Mingmei Yip

Kamis, Januari 13, 2011

Hati selalu mengikuti takdirnya merupakan tag line novel yang saat ini sedang kubaca. Judulnya ‘Petals from the Sky’.

Bercerita tentang Meng Ning yang memutuskan untuk menjadi biksuni tapi ditentang keras oleh ibunya. Di mata ibunya, kehidupan membiara tidak akan memberikan kebebasan. Tapi, bagi Meng Ning, menjadi biksuni adalah kesempatan berharga untuk memegang kendali penuh atas takdir hidupnya, dan menikmati belajar musik, seni dan puisi tanpa batas – sesuatu yang tidak ditawarkan oleh ikatan perkawinan.

Meng Ning menghabiskan sepuluh tahun belajar di luar negeri, membiasakan diri hidup selibat, dan mempersiapkan diri untuk hidup membiara. Namun, sebuah insiden kebakaran membelokkan takdirnya ke situasi yang benar-benar berbeda.

Meng Ning jatuh cinta….

Kemarin, saat baru mulai membaca, aku langsung ‘jatuh cinta’ pada sang penulis cerita, Mingmei Yip. Jangan-jangan cerita novel ini berdasarkan sebagian pengalaman pribadi penulisnya. Itulah yang terlintas dalam pikiranku. Agar tak penasaran, aku pun mulai mengetik ‘Mingmei Yip’ dan mencarinya di mesin google. Ternyata dugaanku tidak meleset.

Bagiku, membaca adalah sebuah seni. Seni mengasah kepekaan diri. Membaca bukan hanya sekedar menambah wawasan, tapi secara tidak langsung kita pun diajak untuk mengenal penulisnya lebih jauh dan dalam. Karena ‘Petals from the Sky’, Mingmei Yip berhasil memperpanjang daftar penulis favoritku. Berikutnya, aku pasti akan mencari novel yang ditulis oleh Mingmei Yip sebelumnya (2008) yaitu ‘Peach Blossom Pavilion’.


Mengapa Harus Banyak Baca?

Kamis, Januari 13, 2011

Bertahun-tahun, membaca bukan hanya suatu kebiasaan yang terus kupupuk. Tapi, ia benar-benar telah mendarah daging. Bayangkan, dalam satu tahun paling tidak ada 50-100 buku yang berhasil kubaca.

Rasa ketertarikanku pada buku berawal ketika jalan-jalan ke Mal dan mampir di toko buku saat kedua anakku masih kecil. Lalu, perlahan tapi pasti aku pun jadi terbiasa mengisi waktu luang berkawan dengan buku. Nyatanya, semakin banyak buku yang berhasil kubaca, semakin besar pula rasa ingin tahu yang timbul.

Adapun jenis buku yang menarik perhatianku selama ini adalah: parenting, relationship, self help, psikologi, motivasi, dan memoar. Namun akhir-akhir ini, karena ingin meningkatkan kemampuan menulisku, aku pun jadi getol membaca novel.

Bagaimanapun, membaca telah memberikan banyak keuntungan dalam diri dan hidupku. Misalnya:

  1. wawasan yang bertambah luas
  2. pengembangan diri
  3. hidup menjadi lebih seimbang dan bahagia
  4. kreativitas meningkat
  5. berani mulai untuk menulis

Untuk tahun 2011 ini, aku telah memasang target untuk membaca antara 50-60 buku dan menulis 2 buku. Mungkinkah? Biarlah waktu yang akan membuktikannya.

“Shoot for the moon. Even if you miss, you’ll land among the stars.” ~Brian Littrel


Musikal Laskar Pelangi

Minggu, Januari 9, 2011

Akhirnya, hari ini terkabul juga keinginanku untuk menonton ‘Musikal Laskar Pelangi’ di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Sebuah tontonan yang sungguh membuat kita geleng-geleng kepala dan berdecak kagum. Luar biasa! Penonton tak henti-hentinya bertepuk tangan ketika setiap adegan berakhir. Wah, rasanya ingin nonton lagi nih bulan Juli tahun ini.

Sebenarnya siang ini aku berangkat menuju TIM tanpa tiket di tangan. Keputusan untuk menonton baru kulakukan beberapa hari yang lalu. Jadi, tidak mungkin bisa dapat tiket kalau langsung ke ‘tiket box’. Syukurlah kalau aku termasuk orang yang peka dan punya insting yang cukup tajam. Hihihi… ngak bermaksud sombong nih…

Saat melihat ‘posting’ teman-teman FB yang memberikan pujian selangit untuk ‘Musikal Laskar Pelangi’, aku langsung tahu siapa yang bisa aku tanyai tentang tiket. Ternyata, yang kudapatkan lebih dari yang pernah dibayangkan. Temanku ini langsung menawarkan bantuan untuk membelikan tiket.

Siang ini, kami bertemu di depan pintu masuk Teater Jakarta. Aku beruntung karena hari ini suami mau mengantar aku dan Lisa ke TIM. Saat pertunjukan usai, ternyata suamiku belum juga meninggalkan rumah untuk menjemput. Jadi, kami pun punya kesempatan untuk berfoto bersama para pendukung pertunjukkan tersebut.

Hari ini, aku bukan hanya merasa puas dan terhibur dengan pertunjukkan yang kutonton, tapi lebih dari itu, di hadapan putriku, aku bertanya kepada Riri Reza, “Mas Riri, apa sih syarat utama untuk menjadi seorang sutradara yang baik?” Tentu saja jawaban tersebut penting untuk didengar oleh Lisa, putriku.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.