Kenapa Suami Berselingkuh?

Minggu, Februari 7, 2010

Bicara mengenai ‘selingkuh’, pasti banyak orang yang tertarik dan ingin mengetahui lebih jauh. Termasuk saya salah satunya. Kenapa? Karena rasa penasaran yang timbul… Kog bisa ya orang-orang mau berselingkuh, dan faktor apa yang mendorong mereka berbuat demikian? Padahal kita semua yakin, bahkan sangat yakin, di saat mulai hidup bersama setelah mengucapkan janji setia, mana ada sih yang punya pikiran bahwa saya menikah untuk selingkuh. Betul ‘kan?

Namun seiring berjalannya waktu, banyak suami yang mulai berpaling dari pasangannya. Sikap terhadap istri pun menjadi dingin dan hati pun telah menjauh. Diantara mereka – walaupun ada yang sama sekali tidak mau atau tidak berniat untuk berselingkuh – akhirnya merasakan bahwa hidup bersama sebagai suami istri sudah menjadi hambar. Dan hidup berumah tangga bagaikan terpenjara. Suami memilih untuk lebih banyak diam demi menghindari konflik. Atau, di saat terpaksa berkomunikasi dengan pasangan, nada bicara mereka kurang bersahabat dan kata-kata yang keluar pun sering meremehkan atau merendahkan pasangannya.

Ketika suami-suami dihadapkan pada pertanyaan mengapa mereka menyeleweng, kebanyakan menjawab bahwa ketidakpuasan emosional adalah alasan utama, bukannya masalah sex. Kenyataannya, kaum laki-laki juga ingin merasa dirinya berharga, diperhatikan dan punya ikatan batin dengan istri mereka. Tapi, seserhana itukah?

Tentu saja tidak. Karena, banyak istri yang tidak tahu atau bahkan tidak mengerti kebutuhan batiniah suaminya. Misalnya, ketika suami telah dengan susah payah banting tulang mencari nafkah dan mau meluangkan waktu luangnya untuk bermain dan mengurusi anak-anak, apakah sebagai istri kita pernah menghargai jerih payah mereka? Atau kita menganggap memang sudah sepantasnya mereka berbuat demikian dan suami tidak perlu kredit untuk itu? Kenyataannya, suami juga butuh penghargaan. Dan biasanya, sebuah ‘ucapan terima kasih’ yang sederhana akan membuat mereka merasa dihargai sehingga akan lebih bersemangat lagi menjalankan perannya di dalam rumah.

Sampai saat ini, entah sudah berapa buku tentang selingkuh yang telah saya baca. Sehingga mungkin Anda akan heran, untuk apa sih saya membaca buku-buku tersebut? Tentu saja banyak gunanya. Pertama-tama, demi hubungan yang lebih harmonis dengan suami. Kedua, karena dunia coaching yang aku tekuni. Dan, yang terakhir; sebagai orangtua, kita harus menyadari bahwa keharmonisan rumah tangga akan berdampak pada kestabilan mental dan rasa aman yang dimiliki oleh anak-anak kelak. Jadi, menguasai ilmu parenting saja tanpa memahami dan mampu membangun hubungan yang positif dengan pasangan, tentu tidak akan pernah cukup.

Dalam bukunya ‘The Truth about Cheating’, Gary Neuman – seorang konselor dan rabi – ingin membantu para istri agar tahu apa yang dapat dilakukan untuk menciptakan kehidupan pernikahan yang solid dan bebas dari perselingkuhan. Saya menyarankan Anda untuk membacanya jika ingin mengetahui lebih detail.

Menurut Gary, tanda-tanda jika suami mungkin saja telah selingkuh atau hatinya telah berpaling dari Anda adalah:

  1. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah.
  2. Kegiatan sex yang semakin berkurang atau jarang
  3. Mereka mulai enggan berbicara atau menolak saat diajak berdiskusi
  4. Mereka mulai sering mengkritik
  5. Mereka memulai lebih banyak pertengkaran dengan Anda

Memang, setelah menikah, suami mungkin saja telah berubah dibandingkan dengan saat masih pacaran. Banyak istri yang merasa kalau telah ‘dicurangi’ karena ketika pacaran dulu, suami begitu perhatian. Kini, setelah hidup dalam sebuah ikatan pernikahan, semunya sudah tidak sama lagi. Mereka menjadi cuek dan seolah-olah sudah tidak mau tahu perasaan istrinya lagi.

Sebenarnya, menaklukkan hati suami jauh lebih mudah daripada meminta mereka untuk mengerti isi hati istrinya. Kunci utama adalah buatlah diri mereka merasa berharga. Dan, ini dapat diawali dengan hal-hal yang sederhana. Misalnya, tidak usah mengeluh untuk masalah-masalah sepele. Bahkan untuk masalah besar pun, jika bisa bicara dengan kepala dingin, tentu akan lebih positif sehingga mudah mendapatkan solusi.

Di samping itu, untuk memudahkan tugas kita sebagai istri, cobalah pahami apa yang ada di balik pikiran kaum lelaki.

1. Kemenangan itu adalah mutlak.

Bagi laki-laki, menang adalah segala-galanya. Itulah sebabnya ketika petenis nomor wahid dunia, Roger Federer kalah tragis dari rival utamanya, Rafael Nadal di final ‘Australia Open’ tahun lalu, dia sampai mengeluarkan air mata. Juga Andy Murray, saat kalah mudah dari Roger pada final ‘Australia Open’ minggu lalu, dia pun harus menahan tangis saat memberikan kata sambutan. Ini hanya contoh saja.

Kalau di rumah, cobalah menangkan hati suami kita dengan pujian atau penghargaan yang pantas mereka terima. Jangan sampai jika tidak mampu ‘menang’ di rumah, mereka mulai mencari kemenangan di luar rumah atau jatuh ke dalam pelukan perempuan lain yang bisa mengambil hati mereka. Jadi, supaya suami betah di dekat kita, buatlah diri mereka merasakan bahwa dengan kekurangan yang dimiliki, istrinya mampu melihat kelebihannya dan mencintai mereka apa adanya.

2. Kaum lelaki pandai memilah-milah pikiran.

Lelaki selalu menggolongkan mana masalah penting yang harus segera ditangani dan mana masalah yang ringan yang bisa ditunda penyelesaiannya. Jadi, mereka sering heran mengapa kaum perempuan lebih emosional dan selalu mengganggu mereka dengan masalah-masalah sepele. Apalagi saat mereka sedang sibuk dan tak ingin diganggu. Sebagai istri, marilah kita cari penyaluran emosi yang lebih positif. Sebagai contoh: bagi saya, membaca dan menulis adalah kegiatan positif sehingga bisa membuat emosi lebih terkontrol.

3. Kaum lelaki tidak suka hal-hal yang jelimet dan rumit.

Laki-laki suka memberikan jawaban atau solusi dan kemudian melangkah ke depan. Untuk itu, saat berbicara dengan mereka, jelaskan apa yang kita inginkan. Jangan beranggapan bahwa suami akan tahu dengan sendirinya atau harus mengerti apa yang kita inginkan. Ingat, mereka tidak mampu membaca apa yang tersirat dalam perkataan kita setiap saat. Saya telah membuktikan bahwa jika kita mampu mengkomunikasikan pikiran dengan jelas dan memahami pola pikir suami, maka satu per satu ganjalan batin akan hilang dengan sendirinya.

Akhir kata, menciptakan hubungan yang harmonis dengan pasangan kita haruslah dijadikan prioritas utama. Karena, pasti tidak enak hidup seatap dengan orang yang tidak hangat dan tidak punya semangat membina hubungan yang positif, bukan? Jadi, mulai saat ini, fokuskan pikiran dan perhatian Anda untuk menciptakan kehidupan perkawinan yang berpegang pada prinsip “Kehidupan perkawinan kita adalah prioritas. Sehingga apa pun akan kita lakukan untuk saling mencintai, bebas dari selingkuh, dan menyenangkan.”


Havermut

Rabu, Desember 9, 2009

Saat suami tiba di rumah sehabis main bulu tangkis tadi malam, setengah berbisik dia berkata padaku, “Havermut.” Aku langsung paham bahwa dia lapar dan ingin mengisi perutnya dengan sesuatu yang tidak terlalu berat. Maklum, jam sudah menunjukkan pukul 11.15 pm.

“Aku masakin ya…”

Ketika melihat ada roti tawar di atas meja, suami langsung berubah pikiran, “Ngak usah, ngak usah. Aku makan roti tawar saja. Repot kalau harus masak dulu.”

Aku belum sempat mengambil panci dari lemari. Tapi sama sekali tidak ingin mundur karena otak sudah terlanjur memberikan perintah. “Sudah malam begini. Lebih baik makan havermut daripada roti tawar. Ngak repot kog. Lagipula, hanya kerjaan lima menit saja.”

“Ah, aku tidak mau kamu repot. Ngak usah ya…” Suami berusaha meyakinkanku.

“Tidak. Havermut saja. ‘Kan aku yang mau masakin… Kamu mandi dulu aja. Pasti aku sudah siap saat kamu selesai nanti.”

Tanpa tawar-menawar lagi, suami langsung naik ke atas untuk mandi.

Beberapa saat kemudian…

“Aku kesel deh, airnya terlalu banyak sehingga havermut-nya keenceran.”

“Tidak apa-apa kog.”

“Tapi kali ini encernya benar-benar keterlaluan,” kataku penuh sesal.

“Aku ‘kan bukan orang yang rewel. Sudah untung ada yang mau masakin. Sudahlah. Ngak usah kesal. Toh havermut-nya sudah masuk ke dalam perut. Oke?”

“Ya. Tapi aku benar-benar bodoh karena tidak mau mendengar kata hati. Harusnya aku buang sebagian airnya saat pertama mengaduk waktu baru mendidih. Havermut yang ini beda, jadi tidak boleh kebanyakan air.”

“Sudahlah. Memang kebanyakan air, tapi tidak apa-apa kog. Sungguh!”

“Iya deh. Terima kasih ya atas pengertiannya…”

Senyuman suamiku yang penuh arti benar-benar membuat hatiku berbunga. Malam yang sangat menyenangkan. Akhirnya, pikiranku pun melayang pada kebiasan kelima yang diajarkan Steven Covey dalam bukunya “The Seven Habits of Highly Effective People”.

SEEK FIRST TO UNDERSTAND, THEN TO BE UNDERSTOOD.


Bagaimana Memupuk Aktivitas Seks yang Positif

Rabu, Oktober 28, 2009

Bagi banyak orang, seks merupakan hal yang tabu untuk dibicarakan. Padahal, pengetahuan tentang seks adalah penting karena hal ini dapat menjadi alat penyatu pasangan suami-istri dalam memberi dan menerima cinta. Kegiatan seks bukanlah semata-mata aktivitas di atas ranjang saja. Tetapi, dalam hubungan yang penuh cinta dan rasa saling percaya, seks menawarkan kesempatan untuk membuka diri dan menemukan kenikmatan sehingga pengalaman dan gairah seksual suami-istri akan meningkat.

Kenyataannya, dari hasil observasi dan bincang-bincang secara pribadi dengan teman-teman, saya menemukan bahwa aktivitas seks mulai berkurang bahkan seperti menghilang dari pasangan yang sudah bertahun-tahun menikah. Padahal, fisik mereka masih sehat dan kuat. Sebagian besar, kalau tidak dipusingkan oleh masalah tentang anak, ya tenggelam dalam pekerjaan dan kegiatan rutin sehari-hari. Sehingga, tidak ada lagi energi yang tersisa untuk memadu kasih dengan pasangannya. Akibatnya, aktivitas seksual menjadi minim dan tidak nikmat lagi. Konsekuensinya, kehidupan seks banyak pasangan menjadi hambar dan mati sebelum waktunya.

Seks sangat berkaitan dengan segala aspek dalam kehidupan sehari-hari. Seringkali, salah persepsi atau ketidaktahuan kita dalam menyikapi persoalan seks secara tidak langsung telah mengakibatkan hubungan suami-istri menjadi renggang dan retak. Bahkan, dalam banyak kasus, hal ini sebagai pemicu terjadinya perceraian.

Teman saya yang bernama Nuri (bukan nama sebenarnya) pernah bertanya, “Bagaimana mungkin seorang suami yang tidak memahami aktivitas seks bisa mengerti dan memahami kenikmatan dalam bercinta? Setiap kali akulah yang harus memulai. Itu pun sering ditolak dengan alasan capek. Lama-kelamaan kita juga bisa malas dan jadi mati rasa, benar ‘kan, Vin?”

Wah, gawat juga ya??? Pantas, setiap kali bermasalah dengan suaminya, dia selalu menelponku untuk mengeluarkan uneg-uneg-nya. Dari curhat-curhat rutin inilah akhirnya saya mengambil kesimpulan bahwa tanpa disadari, seks termasuk salah satu pemicu masalah komunikasi antara Nuri dengan suaminya.

Setelah terdiam sejenak, saya pun mulai memberikan penjelasan tentang pentingnya seorang perempuan mengenal dan peka terhadap tubuhnya sendiri. Terus terang, pengetahuan ini saya dapatkan dari buku yang dibaca saat masih kelas tiga SMA dulu. Jadi, memang sudah lama sekali. Bukunya berjudul “Every Woman” dan telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Buku ini mampu meningkatkan wawasan kita tentang pendidikan seks dan merupakan salah satu buku terbaik dan sangat berguna yang pernah saya baca. Isinya tidak hanya mengajarkan bagaimana mendapatkan kenikmatan seks, tetapi juga menjelaskan akibat-akibat yang timbul jika seks dilakukan secara liar, bebas dan sembarangan. Jadi, kita harus benar-benar mampu mengontrol diri dan berpikir jernih serta tidak mengikuti hawa nafsu saja agar terhindar dari penyakit-penyakit yang dapat merusak kualitas keturunan kita kelak.

Kemudian, saya meneruskan, “Jika kita memiliki hubungan yang mesra dan harmonis dengan pasangan, maka kemungkinan besar penyelewengan tidak akan terjadi. Bahkan, saat anak-anak semakin besar dan menjadi lebih mandiri, kita akan punya lebih banyak waktu untuk menumbuhkan dan menguatkan kembali tali cinta dan kasih dengan pasangan. Tentu saja ini baru mungkin jika komunikasi berjalan mulus. Bagaimana Nuri? Kamu setuju tidak dengan pernyataanku ini?”

Nuri menganggukkan kepalannya. “Tapi Vin, bagaimana aku mampu membuat keadaan menjadi lebih baik? Suami sering membuat aku frustrasi. Walaupun dia itu baik dan sangat bertanggung jawab terhadap keluarga kami, tapi banyak hal yang kini telah sirna dan lenyap dalam hubungan kami berdua.”

“Nuri, tidak ada hal yang sulit di dunia ini asal kita mau berpikir jernih dan melakukan segala sesuatu dengan tulus dan dari lubuk hati yang terdalam. Aktivitas seks yang positif sebenarnya berawal dari hal-hal kecil yang sering kita lewatkan. Tidak usah terus mencari-cari kesalahan dan kekurangan pasangan kita. Tetapi, marilah kita mulai dari diri kita sendiri dulu dengan melakukan beberapa hal sederhana yang dapat memberikan rasa dan warna pada hubungan kalian yang telah hambar dan memudar itu.”

1. Senyuman

Saat beradu pandang dengan suami di pagi hari dan ketika menyambut kepulangan suami dari kantor, cobalah untuk tersenyum. Berikan senyuman termanis hanya untuk dia. Hal ini tentu akan membuat hatinya damai dan tentram setelah seharian bekerja demi keluarga. Suami pasti akan senang bila tahu istri yang dicintainya merasa bahagia. Dengan demikian, akan timbul keinginan untuk selalu berada di dekat kita.

2. Rasa Percaya Diri

Jangan terlalu khawatir dengan tubuh kita yang tidak sempurna. Lemak yang sedikit berlebihan di sana sini bukanlah masalah utama. Yang penting, rawatlah diri kita agar terlihat bersih dan menarik. Suami pasti lebih suka bercengkerama dengan istri yang percaya diri, mengerti dan memahami kebutuhan fisik, emosional serta spiritualnya. Istri yang penuh percaya diri pasti lebih bersemangat sehingga mampu memancarkan energi positif bagi seisi rumah.

3. Pujian

Setiap orang pasti ingin dihargai dan dihormati. Pujian yang simpel dan sederhana tentu akan membuat perbedaan. Mulailah memperhatikan hal-hal positif yang telah suami lakukan untuk kita. Kemudian, berilah pujian yang sewajarnya. Misalnya: “Kamu memang suami yang baik. Aku merasa beruntung memilikimu.” Percayalah, apa yang kita berikan pasti akan kembali kepada kita lagi. Jadi, tidak usah heran jika suatu saat suami mulai memuji hal-hal positif yang kita lakukan untuknya atau pun keluarga. Biasanya, laki-laki memang jarang memberikan pujian secara gamblang. Akan tetapi, dengan kepekaan yang terus-menerus terasah, kita dapat merasakan pujian tersebut dengan membaca raut wajah dan bahasa tubuh mereka. Kadang-kadang pujian juga tersirat dari kata-kata yang mereka ucapkan.

4. Variasi

Kita pasti akan cepat bosan dengan irama hidup yang monoton. Jadi, mulailah berpikir untuk menciptakan variasi-variasi yang mungkin serta sesuai dengan kepribadian dan norma-norma yang kita junjung. Variasi tidak hanya dibutuhkan saat beraktivitas seks. Tetapi, tambahkanlah bumbu dalam kegiatan dan rutinitas sehari-hari agar hidup terasa lebih bergairah. Untuk itu, asahlah terus pikiran agar kreativitas kita berkembang sehingga suasana di rumah menjadi lebih hidup.

5. Sikap Terbuka

Penting bagi pasangan untuk selalu bersikap terbuka satu dengan yang lain. Belajarlah untuk menjadi pendengar, pembicara dan pencerita yang baik bagi pasangan kita. Karena, orang yang pandai dan piawai dalam berkomunikasi akan mampu menyampaikan pikiran, tujuan dan maksudnya dengan baik dan jelas. Semakin kita mengenal pasangan kita, semakin timbul hasrat dan keinginan untuk lebih banyak menghabiskan waktu bersama. Apakah itu untuk bertukar pikiran atau pun bercengkerama misalnya.

Jadi, jelaslah kini bahwa untuk menikmati hubungan seks yang positif, kita harus melakukannya secara holistik atau menyeluruh. Seks yang nikmat tidak terjadi begitu saja saat kita berada di tempat tidur. Tetapi, semuanya berawal dari interaksi sehari-hari dengan pasangan. Disamping itu, pengetahuan tentang seks juga penting. Saat ini sudah banyak buku yang mengupas hal ini. Jadi, kalau kita masih menganggap seks adalah masalah yang tabu untuk dibicarakan, kemungkinan besar kita telah ketinggalan kereta. Aktivitas seks yang positif akan membuat hidup menjadi lebih bergairah dan menyenangkan. Sehingga, jangan biarkan aktivitas seks mati sebelum waktunya.

Di mana ada kemauan, disitu pasti ada jalan. Semoga bermanfaat!

Love_Making


Saling Memuji

Senin, Oktober 12, 2009

You don’t love a woman because she is beautiful, but she is beautiful because you love her. ~ Anonymous

Two-Thumbs-Up1

Di balik musibah pasti ada hikmah yang dapat dipetik. Sejak gempa dahsyat yang terjadi di kota Padang tanggal 30 September yang lalu, hubungan saya dengan Paman dan Bibi menjadi lebih akrab lagi. Saya pun jadi lebih sering memikirkan keadaan dan kondisi mereka saat ini. Kenapa tidak? Sejak dulu, mereka telah menjadi bagian dari hidup saya dan sudah saya anggap seperti orangtua sendiri. Apalagi, kedua orangtua saya sendiri telah lama tiada. Jadi, apa pun yang terjadi pada Paman dan Bibi, pasti tidak akan luput dari pantauan saya dan kedua adik saya. Mungkin inilah untungnya pernah hidup bersama keluarga Paman selama lebih kurang dua belas tahun di Padang sehingga ikatan batin yang terjalin tak lekang oleh waktu dan tak lapuk oleh jarak.

Tanpa terasa, sudah sepuluh hari Paman dan Bibi berada di Jakarta. Yaitu, sejak Padang, kota di mana Paman dan Bibi selama ini tinggal, jadi porak poranda karena gempa. Dalam kurun waktu tersebut, saya pun telah empat kali mengunjungi mereka. Dan, selama kunjungan tersebut, ada satu hal positif yang terus mengisi pikiran saya. Sehingga, saya pun tertarik untuk meniru dan mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Jika pernah membaca tulisan saya sebelum ini yang berjudul “Tegar”, anda pasti sudah tahu kalau saat ini Paman sudah tidak lagi dalam kondisi kesehatan yang prima. Hidup Paman hampir sepenuhnya bergantung kepada Bibi. Bahkan untuk aktivitas yang ringan dan rutin sekali pun. Putra sulung Paman juga harus ikut merawat dan menjaga Paman. Bayangkan, makan harus disuapi, minum harus dibantu, jalan pun harus dipapah, dan tentunya masih banyak lagi yang tidak mungkin saya sebutkan satu per satu. Beruntung, saya memiliki seorang Bibi yang tegar dan teguh. Setiap hari, dia merawat Paman dengan sabar, telaten dan sepenuh hati.

Menurut hemat saya, apa yang Paman dapatkan tidak mungkin tertandingi oleh pelayanan VIP rumah sakit mana pun. Untuk hal ini, saya benar-benar harus angkat topi untuk Bibi dan sepupu saya. Sebagai contoh, butuh waktu satu jam untuk menyuapi Paman agar bubur semangkuk habis dimakan. Akan tetapi, yang membuat saya terkesan dan terharu adalah setiap kali Paman selesai dengan buburnya, Bibi langsung mengangkat kedua jempolnya sambil berkata, “Cin Gao” yang artinya ‘sangat pintar’. Kata-kata dalam bahasa Hokkian ini biasa diucapkan untuk memberikan pujian atau dukungan pada lawan bicara kita. Oh ya, sehari-hari kami memang terbiasa berbicara dalam bahasa Hokkian.

Jika Bibi tidak langsung mengangkat kedua jempolnya, otomatis Paman yang akan melakukannya terlebih dahulu sambil berkata, “Cin Gao.” Sungguh pemandangan yang bisa membuat hati siapa pun terenyuh. Selama empat puluh dua tahun hidup bersama, komunikasi di antara mereka masih saja terjalin dengan begitu baik, bahkan lebih baik lagi di saat Paman semakin kehilangan daya dan kekuatannya. Saking penasaran, saya mencoba berimajinasi kira-kira apa ya yang terlintas dalam pikiran mereka saat saling memberikan semangat dengan kedua jempol tersebut.

Bibi : “Aku sudah melakukan tugasku dengan baik, kamu senang?”
Paman : Iya, terima kasih sudah menjaga dan merawatku dengan baik.”
Bibi : “Syukurlah.”
Paman : “Kamu benar-benar istri teladan.”

Kejadian di atas terus berputar dan berputar di benakku. Pagi tadi, saat sedang membaca koran, saya pun menceritakan kejadian tersebut kepada suami. Berharap bisa langsung mempraktekkannya, saya meminta tolong agar dia mau membuang kertas yang ada di tanganku ke tong sampah yang sebenarnya hanya beberapa langkah dari tempat kami duduk. Dengan senang hati suami pun mengikuti ‘perintah’ tersebut. “Xie xie”. Terima kasih, kataku sambil tersenyum dan mengangkat kedua jempol untuk menghargai bantuannya.

Dengan senyuman, suami juga ikut mengangkat kedua jempolnya sambil memperlihatkan tatapannya yang penuh arti. Luar biasa! Pelajaran dan teladan yang baru saya dapatkan dari Paman dan Bibi memang layak untuk terus dipraktekkan dan dipupuk agar menjadi sebuah kebiasaan. Bagaimana dengan Anda? Apakah tertarik untuk mengikuti jejak saya? Jika iya, mulailah sekarang juga dengan orang-orang yang anda cintai dan kasihi. Anda pasti akan lebih bahagia lagi. Selamat mencoba dan semoga berhasil!


“Dingin”

Sabtu, September 26, 2009

Aku dan suamiku, Anton baru saja selesai bercengkerama dan bermaksud untuk tidur. Tetapi, baru beberapa detik aku merebahkan diri pada kasur yang empuk, tiba-tiba terdengar sebuah lagu yang sudah tidak asing lagi ditelinga…

“Tolong, tv-nya jangan dimatikan dulu, sayang! Itu Emilia Contessa bukan?” Kataku sambil melompat dari tempat tidur, lalu pindah ke depan tv. Hatiku pun jadi berbunga saat Anton juga ikut duduk di sebelahku. Ternyata aku salah besar. Bukan Emilia Contessa yang sedang menyanyi di Metro TV, melainkan Hetty Koes Endang, idolaku saat masih di SMP & SMA dulu. Aku senang sekali bisa mendengar suara Hetty lagi yang masih merdu dan indah seperti dulu. Lagu yang dibawakan adalah “Damai Tapi Gersang” karya Ajie Bandi.

Terus terang, selama ini tv di kamar lebih sering menyala saat suami sedang ada di rumah. Jika melihat aku sedang berada di depan komputer atau duduk membaca, dia langsung memakai earphone agar suara tv tidak mengusikku. Bolehlah ge er sedikit saat tahu bahwa suami lebih senang berada di dekatku daripada harus duduk sendirian di depan tv ruang keluarga.

Kemudian, saat Hetty membawakan lagu kesukaanku yang berjudul “Dingin”, aku benar-benar tidak tahan lagi dan mulai ikut beryanyi…

Malam yang dingin, aku sendiri
Dingin dingin hati ini tambah dingin, entah mengapa
Kalau cinta memang aku sudah tak punya
Air mataku pun kini keringlah sudah, dingin…

Tiba-tiba aku sedikit menyesal karena tidak bisa menahan diri untuk tidak menyanyi. Bukankah lebih baik jika suamiku menikmati suara Hetty yang indah dan terlatih itu daripada suaraku yang hanya biasa-biasa ini? Saat kulirik, Anton hanya tersenyum-senyum saja. Setelah acara selesai, tv-pun dimatikan karena sudah waktunya untuk tidur. Namun, aku masih ingin ‘bermain-main’ sebentar dengan lagu Hetty. Jadi kuulangi lagi bagian refrain-nya saja:

Kaujanjikan berbulan madu, ke ujung dunia (Gua ngak pernah minta bulan madu, kan?)
Kaujanjikan sepatuku dari kulit rusa (Gua ngak butuh sepatu, hanya minta buku saja, ha.. ha..)
Tapi janji tinggal janji, bulan madu hanya mimpi
Tapi janji tinggal janji di bibirmu (Thanks ya, rasanya sampai hari ini kamu belum pernah ingkar janji deh)

Itulah enaknya jika menyanyi tanpa harus tergantung iringan musik. Bisa ditambah dengan kata-kata sendiri. Ha… ha… ha…. Suamiku memang sudah terbiasa dengan istrinya yang tidak bisa diam ini. Menyerah pada nasib dan pasrah saja. Setelah selesai, aku belum juga bisa diam, “Gua bisa nyanyi ‘kan?” Anton hanya mengangguk. “Terima kasih ya sudah mendorong aku untuk les nyanyi. Saat ini gua sih paling pede kalau nyanyi di depan kamu saja. Yah, kalau dibanding Hetty, suara gua sih ngak ada apa-apanya. Tapi kamu suka ngak saat gua nyanyi tadi?” Anton kembali mengangguk dan kemudian tersenyum penuh arti. “Terima kasih sudah membiarkan aku menjadi diriku sendiri. Oke, selamat tidur ya.” Saat kulihat jam, ternyata sudah pukul 2 pagi dan aku baru saja mau tidur. What a wonderful moment.

winter


Yang Paling Romantis

Jumat, Agustus 7, 2009

Apa manfaat sebuah lagu bagi anda? Ketika masih kecil, ayah suka membelikan kaset lagu Inggris dan Mandarin serta musik instrumentalia. Terdorong oleh rasa ingin tahu, saya pun mulai tertarik belajar bahasa Inggris agar dapat mengerti dan menghayati lagu-lagu yang saya suka. Sedangkan untuk lagu Mandarin, jika ada kata-kata yang tidak dimengerti, yang biasanya cukup banyak, ibu adalah tempat saya bertanya.

Rasa penasaran adalah awal dari ketertarikan kita untuk mencari tahu dan menggali lebih dalam. Sejak saat itu, saya tidak pernah berhenti belajar bahasa Inggris, bahkan sampai hari ini. Sedangkan untuk bahasa Mandarin, selepas kerusuhan Mei’98, saya sempat berguru kepada tetangga yang asli Taiwan selama beberapa bulan. Jadi, kemampuan yang saya miliki saat itu cukup lumayan. Ditambah dengan sebuah kamus di tangan, cukuplah untuk menemukan arti dari kata yang masih asing bagi saya.

Memang benar, jauh lebih susah belajar Mandarin daripada Inggris. Jika belajar bahasa Mandarin dibagi atas 3 tingkatan: Pemula, Menengah dan Lanjutan, maka tingkat kemampuan saya masih tergolong Pemula. Namun demikian, hal ini tidak mengurangi rasa ingin tahu karena lagu telah memberikan banyak manfaat bagi kehidupan saya.

Jika dulu ayah yang sering membelikan kaset lagu untuk saya, maka saat ini beberapa CD audiophile yang saya miliki di rumah adalah hasil hunting suami. Sebagian besar adalah lagu-lagu Mandarin. Suami termasuk orang yang betah menghabiskan waktu berjam-jam nongkrong di sebuah toko musik langganan di Mal Mangga Dua. “Barang yang mau dibeli, harus dites dulu supaya tidak menyesal nantinya,” begitulah alasan suami jika sekali-kali nongkrong lama di sana.

Berbeda dengan saya, karena lebih suka di rumah dan menghabiskan waktu luang untuk membaca, mau tidak mau, suka tidak suka, saya harus percaya pada selera suami. Kebetulan selera kami tidak jauh beda. Jadi, enak juga sih. Suami yang membeli, saya yang menikmati.

Tentunya, saya tidak hanya menikmati. Secara tidak langsung, saya dapat meningkatkan perbendarahaan kata karena setiap CD selalu dilengkapi dengan sebuah buku lagu yang ditulis dalam bahasa Mandarin. Hal ini tentu saja mempermudah saya mencari tahu arti tulisan yang belum dikenal.

Bagi saya, saat yang paling tepat untuk menikmati lagu adalah ketika berada di mobil dalam perjalanan pulang pergi ke suatu tempat. Dari beberapa album yang saya miliki, ada sebuah lagu yang liriknya begitu romantis dan menyentuh perasaan. Judulnya adalah Zhui Lang Man De She (Hal yang Paling Romantis).

Lagu ini dibawakan secara duet dan bercerita tentang harapan sepasang kekasih yang ingin menghabiskan waktu bersama-sama sampai tua. Setiap kata terasa begitu berarti sampai-sampai saya tidak pernah bosan setiap kali lagu tersebut berkumandang. Kesan romantis langsung terasa saat petikan gitar dan suara perkusi yang samar-samar mengisi intro lagu. Suara suling di bagian interlude ikut menambah kesyahduan lagu.

Sampai hari ini, walaupun sudah mendengarnya lebih dari seratus kali, saya tetap dan masih menikmatinya. Lagu ini selalu membuat saya teringat akan suami. Dalam hati, saya sungguh berterima kasih kepadanya karena telah memilihkan CD tersebut.

Sayang sekali, saya tidak bisa memasukkan lagu tersebut ke dalam blog. Oleh sebab itu, jika anda ingin mendengarkannya, tolong tinggalkan alamat e-mail pada kolom ‘komentar’ yang ada di bawah judul tulisan ini. Dengan senang hati saya akan mengirimkannya kepada anda.

Sementara itu, dari pencarian di ‘youtube’, saya menemukan video lagu yang sama dengan penyanyi yang berbeda. Terus terang, kualitas suara rekaman CD jauh lebih baik daripada video tersebut. Namun demikian jika anda ingin kenal dulu dengan lagu tersebut, silakan copy paste alamat berikut ini:

http://www.youtube.com/watch?v=B5NlHAvwHng

Akhir kata, saya sertakan juga lirik lagu dalam bahasa Mandarin dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Selamat Menikmati, semoga anda juga menyukainya.

最浪漫的事

背靠着背坐在地毯上;听听音乐聊聊愿望
你希望我越来越温柔;我希望你放我在心上
你说想送我个浪漫的梦想;谢谢我帶你找到天堂
哪怕用一辈子才能完成;只要我讲你就记住不忘
我能想到最浪漫的事;就是和你一起慢慢变老
一路上收藏点点滴滴的欢笑;留到以后坐着摇椅慢慢聊
我能想到最浪漫的事;就是和你一起慢慢变老
直到我们老得哪儿也去不了;你还依然把我当成手心里的宝。

Hal yang Paling Romantis

Duduk di atas karpet punggung hadap punggung; mendengarkan musik sambil berbincang tentang impian.
Kamu ingin aku semakin hangat dan lembut; aku pun berharap selalu menjadi pujaan hatimu.
Kamu berpikir untuk mengirimkan sebuah mimpi romantis kepadaku dan berterima kasih karena telah membawamu menuju nirwarna.
Walaupun butuh waktu seumur hidup untuk mencapainya; ingatlah selalu kata-kataku ini.
Hal paling romantis yang dapat kubayangkan adalah perlahan-lahan menjadi tua bersamamu.
Sepanjang jalan penuh dengan gelak tawa hingga suatu hari nanti duduk di kursi goyang sambil bernostalgia.
Hal paling romantis yang dapat kubayangkan adalah perlahan-lahan menjadi tua bersamamu.
Saat tua nanti dan kita tidak mampu lagi melalang buana; kamu masih menganggapku sebagai pujaan hatimu.

romance[1]

A true man does not need to romance a different girl every night; a true man romances the same girl for the rest of her life. ~ Ana Alas


Tiga Kebutuhan Cinta

Minggu, April 26, 2009

Kehidupan perkawinan kami sudah mati. Aktivitas seks kami sudah mencapai titik nadir. Kami sudah jarang berkomunikasi. Aku tidak melihat bagaimana kami masih bisa menikmati perkawinan yang bahagia. Aku tidak yakin apakah masih dibutuhkan. Kami lebih sering bertengkar sekarang. Kami masih tinggal di bawah satu atap demi anak-anak. Apakah anda terbiasa dengan keadaan ini dan berpikir, itulah kami. Jika benar, maka artikel ini adalah untuk anda.

Jika anda merasa putus asa dalam menjalani hidup berumah tangga, hadapilah dengan lapang dada. Anda selalu dapat memperbaiki kerusakan yang ada asalkan anda berdua bertekad mencari jalan keluar. Saat ini, pernikahanku telah berlangsung lebih dari delapan belas tahun. Berdasarkan pengalaman, kita harus tetap terkoneksi dengan pasangan agar hubungan harmonis terjaga. Terus terang, aku berusaha cukup keras tidak kehilangan kesempatan agar dapat menikmati perkawinan yang bahagia. Setelah melewati pasang surut pada sepuluh tahun pertama perkawinan, aku belajar bahwa hal terpenting yang harus kita miliki untuk memupuk perkawinan yang tidak lekang oleh waktu adalah mau mengerti dan memenuhi kebutuhan cinta pasangan kita, dengan:

  1. Penerimaan
  2. Pertemanan
  3. Percintaan

PENERIMAAN

Penerimaan berarti: Apa pun yang terjadi, aku akan tetap berada di sisimu. Aku akan selalu mencintaimu dan memberikan dukungan. Sampai di sini, anda pasti akan berkilah, bukankah hal ini mudah diucapkan tapi sulit dilaksanakan, apalagi ketika berada di masa sulit? Setuju! Sebenarnya, aku bangga karena suami mau menerimaku apa adanya. Begini ceritanya, suatu hari aku bertanya kepadanya, “Kita sudah menikah cukup lama sehingga kamu pasti mengenalku luar dalam. Aku adalah orang yang impulsif  dengan gaya bicara yang blak-blakan, aku tidak suka bepergian, kadang-kadang suka mengomel dan menyinggung perasaanmu. Seandainya waktu bisa berputar kembali, apakah kamu masih mau menikah denganku atau memilih orang lain sebagai pendamping hidupmu?” Suamiku pun menjawab: “Tentu saja aku akan tetap menikahimu. Aku telah hidup bersamamu sekian lama. Tidak pernah ada dalam pikiranku untuk menggantikan kenangan bersamamu dengan orang lain. Tidak ada penyesalan, sayangku. Aku mencintaimu apa adanya dan selalu melihat sisi positif dalam dirimu.”

Aku hampir tidak percaya ketika mendengar kata-katanya sekaligus lega karena dia hanya menjawab pertanyaanku dan tidak bertanya balik. Pasti aku tidak akan sesiap dia jika diminta untuk menjawab pertanyaan yang sama. Namun sejak saat itu, aku merasa beruntung telah menikah dengan lelaki yang sederhana dan rendah hati ini. Dia bukan hanya seorang suami yang baik, tetapi juga ayah teladan bagi anak-anakku. Orangnya bijaksana dan penuh pengertian serta selalu mendukung apa pun yang aku lakukan demi kebaikan keluarga kami. Dia memberikan kesempatan padaku untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuan diri. Dia tidak pernah mengeluh jika aku terlalu sering membeli buku. Jadi, aku sangat yakin bahwa penerimaan adalah dasar dari cinta tak bersyarat.

PERTEMANAN

Pasangan kita haruslah sahabat yang terbaik. Artinya, kita harus bersikap jujur, saling percaya dan memberikan rasa aman. Berikut ini adalah beberapa cara untuk menciptakan hubungan yang intim:

  • Perlihatkan rasa sayang anda
  • Dengarkan tanpa menghakimi
  • Berikan dukungan
  • Berikan perhatian penuh
  • Berbagi cerita agar hubungan menjadi lebih erat
  • Cari tahu apa yang menjadi minat pasangan anda
  • Selalu berada di sisinya pada saat-saat penting

Ada pepatah yang mengatakan “Pasangan yang memiliki minat yang sama pasti akan cocok.” Akan tetapi, hal ini tidak berarti kalau kita harus selalu ikut dalam setiap kegiatan dilakukan oleh pasangan kita dan memiliki antusiasme yang sama. Yang penting, kita mau mendukung dan ikut berpartisipasi dalam beberapa kegiatan mereka saja. Sebagai contoh, suamiku suka menonton pertandingan sepak bola di layar kaca dan aku hanya sesekali saja menemaninya. Yang aku lakukan agar tetap terkoneksi dengan hobinya yang satu ini adalah selalu membaca dan mengikuti perkembangan berita bola. Hal ini membuat aku tetap terhubung dengannya. Sebaliknya, suami tidak pernah ikut Toastmasters yang menjadi kegiatan rutinku. Akan tetapi, dia tahu banyak tentang Toastmasters karena aku selalu bercerita kepadanya. Jelaslah, kunci untuk menjaga hubungan yang harmonis adalah menjadi sahabat terbaik bagi pasangan kita.

PERCINTAAN

Percintaan adalah perihal berkasih-kasihan antara laki-laki dan perempuan. Setelah bertahun-tahun menikah, sering kali kita melewatkan hal terpenting yang dibutuhkan untuk menjaga keharmonisan sebuah perkawinan. Apakah itu? Kita harus terus menjaga dan memupuk hubungan yang romantis. Jika anda tidak termasuk orang yang romantis, belajarlah untuk menjadi sedikit lebih romantis. Karena jika tidak, mungkin saja hubungan anda akan menjadi hambar. Bagaimana caranya? Anda bisa mencoba untuk menulis surat cinta yang sederhana bagi pasangan anda. Atau, jika anda tidak bisa, carilah surat yang ditulis orang lain dan bacakanlah untuk pasangan anda. Jika hal ini masih terasa sulit, serahkan saja surat tersebut kepada pasangan anda dan biarkan dia sendiri yang membacanya. Menjadi lebih mudah bukan?

Di sesi ‘surat cinta’ pada salah satu pertemuan Toastmasters yang aku hadiri, seseorang membacakan surat cinta yang indah. Surat yang ditulis oleh salah satu temanku ditujukan kepada seseorang yang dicintainya. Menurut pengakuannya, surat tersebut tidak pernah terkirim. Aku segera meminta izin apakah boleh memasukkannya ke dalam artikel ini. Akhirnya surat tersebut kuterima lewat e-mail. Aku sangat menyukainya dan semoga anda pun demikian. Surat tersebut telah kubaca berulang kali sehingga aku pun berharap ia dapat menjadi inspirasi anda untuk mulai menuliskan surat cinta sendiri.

Sayangku,
Kamu bertanya apakah aku membutuhkanmu? Haruskah aku menjelaskannya?
Aku membutuhkanmu seperti bunga mawar membutuhkan hujan.

Kamu bertanya apakah aku merindukanmu… biar kujelaskan,
Ketika bangun di pagi hari, aku langsung teringat padamu,
Kamu selalu hadir dalam mimpiku setiap malam.

Kamu bertanya apakah aku mencintaimu?
Kamu bertanya apakah aku akan terus mencintaimu?
Haruskah aku menjelaskannya?

Aku mencintamu sampai bunga melati kehilangan aromanya,
Aku mencintamu sampai bunga matahari tidak mampu lagi berkembang,
Dan, itu pasti akan lama sekali… sangat sangat lama.

Dari,
Kekasihmu

Akhir kata, tidak peduli di mana posisi perkawinan anda saat ini, ingatlah bahwa PENERIMAAN, PERTEMANAN, dan PERCINTAAN selalu membuka jalan untuk menguatkan cinta kita setiap hari, setiap jam, dan setiap menit.


Surat Cinta

Jumat, April 10, 2009

Senin, 30 Maret 2009

Senin malam adalah pertemuan rutin Jakarta Toastmasters Club (JTC). Aku hadir di malam itu dan duduk bersebelahan dengan teman baikku, Imung Hikmah. Dia yang berkulit gelap (hitam) manis adalah seorang perempuan yang aktif, kreatif dan penuh semangat. Karena itulah dia menjadi salah satu teman favoritku. Kami bertemu untuk pertama kalinya di bulan Februari 2006. Saat itu aku baru saja menjadi anggota Toastmasters selama enam bulan. Dan, Imung adalah peserta lomba Pidato Internasional Toastmasters untuk tingkat Area. Walaupun belum mengenalnya, aku kagum dengan kemampuannya berbicara di depan umum. Dia mampu berbahasa Inggris dengan baik dan lancar. Pidatonya yang berjudul “Sweet Revenge” mengantarkan Imung ke tingkat Divisi. Tahun itu Imung adalah pemenang kedua lomba pidato tersebut.

Persahabatan kami mulai terjalin sejak bulan September 2006. Sejak itu aku rajin berkunjung ke JTC karena Imung adalah anggota dari klub tersebut. Aku ingin belajar lebih banyak dan mengenalnya lebih dekat karena aku tahu kalau dia adalah seorang pembicara yang handal. Aku sungguh menggagumi kemampuannya dalam menyusun dan memainkan kata-kata di setiap pidatonya.

Pertemuan malam itu sangat menghibur. Ivan yang menjadi pembawa acara menyiapkan sesi khusus yang bertemakan ‘surat cinta’. Semua yang hadir mendapat kesempatan untuk menyiapkan suratnya. Surat tersebut boleh ditujukan kepada teman atau siapa saja yang kami sayangi. Aku pun merasa gembira ketika Imung diberi kesempatan untuk membacakan suratnya. Pasti isinya menarik untuk didengar, pikirku. Kata demi kata berlalu sebelum akhirnya aku sadar bahwa sebenarnya surat yang sedang dibacakannya itu adalah untukku. Sungguh sebuah kejutan yang sangat menyenangkan. Surat aslinya ditulis dalam Bahasa Inggris yang terjemahannya kira-kira begini:

Bagiku…
Kamu bagaikan sepotong kue bolu manis yang nikmat,
kamu budiman, kamu adalah ‘pai’ manisku.
Kamu selalu membuat pertemuan di JTC menjadi hangat dan ramai,
dengan gelak tawamu yang lepas dan renyah,
hi hi hi… ha ha ha… bersahut-sahutan.
Kamu makhluk penuh pesona yang menikmati gelak tawa.
Aku sayang kamu, Vina,
Aku sayang kamu.
Ayo, jangan hanya bersenandung,
berikan padaku gelak tawa hi hi hi-mu.

Salam,
Imung

Sesampainya di rumah malam itu, aku pun membaca kembali surat yang aku terima dari Imung berulang kali. Aku merasa tersanjung dengan isi suratnya yang indah dan lucu. Bertahun-tahun menjalin persahabatan dengannya, aku pun dapat merasakan bahwa isi surat yang sedang aku baca itu berasal dari lubuk hatinya yang terdalam.

Aku juga sayang kamu, Imung. Suratmu adalah hadiah terindah yang pernah aku dapatkan sejak aku bergabung dengan Toastmasters tiga setengah tahun yang lalu.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.