Tiga Kebutuhan Cinta

Kehidupan perkawinan kami sudah mati. Aktivitas seks kami sudah mencapai titik nadir. Kami sudah jarang berkomunikasi. Aku tidak melihat bagaimana kami masih bisa menikmati perkawinan yang bahagia. Aku tidak yakin apakah masih dibutuhkan. Kami lebih sering bertengkar sekarang. Kami masih tinggal di bawah satu atap demi anak-anak. Apakah anda terbiasa dengan keadaan ini dan berpikir, itulah kami. Jika benar, maka artikel ini adalah untuk anda.

Jika anda merasa putus asa dalam menjalani hidup berumah tangga, hadapilah dengan lapang dada. Anda selalu dapat memperbaiki kerusakan yang ada asalkan anda berdua bertekad mencari jalan keluar. Saat ini, pernikahanku telah berlangsung lebih dari delapan belas tahun. Berdasarkan pengalaman, kita harus tetap terkoneksi dengan pasangan agar hubungan harmonis terjaga. Terus terang, aku berusaha cukup keras tidak kehilangan kesempatan agar dapat menikmati perkawinan yang bahagia. Setelah melewati pasang surut pada sepuluh tahun pertama perkawinan, aku belajar bahwa hal terpenting yang harus kita miliki untuk memupuk perkawinan yang tidak lekang oleh waktu adalah mau mengerti dan memenuhi kebutuhan cinta pasangan kita, dengan:

  1. Penerimaan
  2. Pertemanan
  3. Percintaan

PENERIMAAN

Penerimaan berarti: Apa pun yang terjadi, aku akan tetap berada di sisimu. Aku akan selalu mencintaimu dan memberikan dukungan. Sampai di sini, anda pasti akan berkilah, bukankah hal ini mudah diucapkan tapi sulit dilaksanakan, apalagi ketika berada di masa sulit? Setuju! Sebenarnya, aku bangga karena suami mau menerimaku apa adanya. Begini ceritanya, suatu hari aku bertanya kepadanya, “Kita sudah menikah cukup lama sehingga kamu pasti mengenalku luar dalam. Aku adalah orang yang impulsif  dengan gaya bicara yang blak-blakan, aku tidak suka bepergian, kadang-kadang suka mengomel dan menyinggung perasaanmu. Seandainya waktu bisa berputar kembali, apakah kamu masih mau menikah denganku atau memilih orang lain sebagai pendamping hidupmu?” Suamiku pun menjawab: “Tentu saja aku akan tetap menikahimu. Aku telah hidup bersamamu sekian lama. Tidak pernah ada dalam pikiranku untuk menggantikan kenangan bersamamu dengan orang lain. Tidak ada penyesalan, sayangku. Aku mencintaimu apa adanya dan selalu melihat sisi positif dalam dirimu.”

Aku hampir tidak percaya ketika mendengar kata-katanya sekaligus lega karena dia hanya menjawab pertanyaanku dan tidak bertanya balik. Pasti aku tidak akan sesiap dia jika diminta untuk menjawab pertanyaan yang sama. Namun sejak saat itu, aku merasa beruntung telah menikah dengan lelaki yang sederhana dan rendah hati ini. Dia bukan hanya seorang suami yang baik, tetapi juga ayah teladan bagi anak-anakku. Orangnya bijaksana dan penuh pengertian serta selalu mendukung apa pun yang aku lakukan demi kebaikan keluarga kami. Dia memberikan kesempatan padaku untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuan diri. Dia tidak pernah mengeluh jika aku terlalu sering membeli buku. Jadi, aku sangat yakin bahwa penerimaan adalah dasar dari cinta tak bersyarat.

PERTEMANAN

Pasangan kita haruslah sahabat yang terbaik. Artinya, kita harus bersikap jujur, saling percaya dan memberikan rasa aman. Berikut ini adalah beberapa cara untuk menciptakan hubungan yang intim:

  • Perlihatkan rasa sayang anda
  • Dengarkan tanpa menghakimi
  • Berikan dukungan
  • Berikan perhatian penuh
  • Berbagi cerita agar hubungan menjadi lebih erat
  • Cari tahu apa yang menjadi minat pasangan anda
  • Selalu berada di sisinya pada saat-saat penting

Ada pepatah yang mengatakan “Pasangan yang memiliki minat yang sama pasti akan cocok.” Akan tetapi, hal ini tidak berarti kalau kita harus selalu ikut dalam setiap kegiatan dilakukan oleh pasangan kita dan memiliki antusiasme yang sama. Yang penting, kita mau mendukung dan ikut berpartisipasi dalam beberapa kegiatan mereka saja. Sebagai contoh, suamiku suka menonton pertandingan sepak bola di layar kaca dan aku hanya sesekali saja menemaninya. Yang aku lakukan agar tetap terkoneksi dengan hobinya yang satu ini adalah selalu membaca dan mengikuti perkembangan berita bola. Hal ini membuat aku tetap terhubung dengannya. Sebaliknya, suami tidak pernah ikut Toastmasters yang menjadi kegiatan rutinku. Akan tetapi, dia tahu banyak tentang Toastmasters karena aku selalu bercerita kepadanya. Jelaslah, kunci untuk menjaga hubungan yang harmonis adalah menjadi sahabat terbaik bagi pasangan kita.

PERCINTAAN

Percintaan adalah perihal berkasih-kasihan antara laki-laki dan perempuan. Setelah bertahun-tahun menikah, sering kali kita melewatkan hal terpenting yang dibutuhkan untuk menjaga keharmonisan sebuah perkawinan. Apakah itu? Kita harus terus menjaga dan memupuk hubungan yang romantis. Jika anda tidak termasuk orang yang romantis, belajarlah untuk menjadi sedikit lebih romantis. Karena jika tidak, mungkin saja hubungan anda akan menjadi hambar. Bagaimana caranya? Anda bisa mencoba untuk menulis surat cinta yang sederhana bagi pasangan anda. Atau, jika anda tidak bisa, carilah surat yang ditulis orang lain dan bacakanlah untuk pasangan anda. Jika hal ini masih terasa sulit, serahkan saja surat tersebut kepada pasangan anda dan biarkan dia sendiri yang membacanya. Menjadi lebih mudah bukan?

Di sesi ‘surat cinta’ pada salah satu pertemuan Toastmasters yang aku hadiri, seseorang membacakan surat cinta yang indah. Surat yang ditulis oleh salah satu temanku ditujukan kepada seseorang yang dicintainya. Menurut pengakuannya, surat tersebut tidak pernah terkirim. Aku segera meminta izin apakah boleh memasukkannya ke dalam artikel ini. Akhirnya surat tersebut kuterima lewat e-mail. Aku sangat menyukainya dan semoga anda pun demikian. Surat tersebut telah kubaca berulang kali sehingga aku pun berharap ia dapat menjadi inspirasi anda untuk mulai menuliskan surat cinta sendiri.

Sayangku,
Kamu bertanya apakah aku membutuhkanmu? Haruskah aku menjelaskannya?
Aku membutuhkanmu seperti bunga mawar membutuhkan hujan.

Kamu bertanya apakah aku merindukanmu… biar kujelaskan,
Ketika bangun di pagi hari, aku langsung teringat padamu,
Kamu selalu hadir dalam mimpiku setiap malam.

Kamu bertanya apakah aku mencintaimu?
Kamu bertanya apakah aku akan terus mencintaimu?
Haruskah aku menjelaskannya?

Aku mencintamu sampai bunga melati kehilangan aromanya,
Aku mencintamu sampai bunga matahari tidak mampu lagi berkembang,
Dan, itu pasti akan lama sekali… sangat sangat lama.

Dari,
Kekasihmu

Akhir kata, tidak peduli di mana posisi perkawinan anda saat ini, ingatlah bahwa PENERIMAAN, PERTEMANAN, dan PERCINTAAN selalu membuka jalan untuk menguatkan cinta kita setiap hari, setiap jam, dan setiap menit.

2 Balasan ke Tiga Kebutuhan Cinta

  1. ariel mengatakan:

    Hallo Vina,

    artikel ini memang sesuai untuk aku, penjabarannya sangat rasional, namun sayang aku adalah seorang lelaki, dan egoku masih tak terkendali.

    salam

    • Vina Tan mengatakan:

      Halo Ariel,
      Terima kasih atas komentarnya. Memang benar, lelaki lebih egois sehingga peran perempuan menjadi penting juga untuk membina sebuah hubungan cinta yang baik dan kuat.
      Salam, Vina

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: