Teknik Mudah Fotografi

“Untuk memberikan penilaian, kita harus mengetahui standar yang ada terlebih dahulu.” Peribahasa Sanskerta

Senin, 27 April 2009

Aku merasa lega ketika hujan berhenti pada pukul lima sore karena harus menghadiri pertemuan Toastmasters di JTC (Jakarta Toastmasters Club) malam ini. Semoga aku tidak terjebak macet dalam perjalanan ke sana nantinya, kataku dalam hati. Ternyata harapanku terkabul. Aku meninggalkan rumah pada pukul 5.45 dan tiba di tempat pertemuan pada 6.40 petang. Senin lalu, DTM (Distinguish Toastmasters) Harlina Indra yang akan menjadi pembawa acara malam ini telah memintaku untuk menilai presentasi Matthew Price. Sebenarnya aku belum begitu yakin dengan kemampuanku untuk menilai presentasi seseorang. Aku lebih suka jika mendapat tugas yang lain. Namun demikian, tugas tersebut aku terima dengan baik karena Toastmasters adalah tempat terbaik untuk belajar dan mempraktekkan apa yang telah dipelajari.

Ketika bertemu Matthew di JTC malam itu, dia segera memberikan buku petunjuknya sambil berbisik, “Vina, saya rasa kamu bukanlah orang yang tepat untuk menilai presentasiku. Kamu tidak suka bepergian dan itulah topik saya malam ini.” Melihat Matthew menyeringai setelah menyelesaikan kata-katanya, aku pun tahu kalau dia hanya bercanda. Pertama kali aku bertemu Matthew saat dia datang ke JTC tahun lalu. Dia berasal dari Australia dan seorang yang bersahabat, rendah hati serta kreatif dalam setiap presentasinya. Tentu saja aku merasa beruntung menjadi penilainya pada malam itu.

Proyek yang dibawakan Matthew adalah tugas pertama dari buku petunjuk lanjutan yang bertemakan: Memberikan Informasi. Dan, tujuan proyek tersebut adalah:

  • Memberikan informasi yang baru dan berguna bagi peserta
  • Presentasi harus terorganisir dengan jelas sehingga mudah dimengerti
  • Presentasi harus memotivasi hadirin untuk belajar
  • Waktu presentasi adalah 5-7 menit

Judul presentasi adalah: TEKNIK MUDAH FOTOGRAFI

Berikutnya, inilah hasil evaluasi presentasi Matthew:

  1. Tidak semua orang memahami tehnik fotografi, jadi topik tersebut berguna bagi yang hadir.
  2. Matthew mempersiapkan dirinya dengan baik dan menguasai materi yang dibawakannya.
  3. Foto-foto hasil jepretannya dimasukkan ke dalam ‘Power Point’ dan digunakan untuk memperjelas pesan yang disampaikan.
  4. Matthew memiliki kepercayaan diri, menguasai panggung, gerakan tubuhnya luwes dan pandangan matanya merata ke segala arah.
  5. Presentasinya terorganisir dengan jelas.

Mengenai poin 5 diatas, adalah penting jika setiap presentasi yang baik diawali dengan sesuatu yang menarik perhatian, poin-poin pendukung yang jelas dan penutup yang memberikan kesan mendalam bagi hadirin.

Ketika membuka presentasinya, Matthew langsung menarik perhatian kami. Dia mengeluarkan kamera sakunya dan mulai bergaya seolah-olah sedang mengambil potret. Kemudian, poin-poin yang disampaikan juga jelas. Diawali dengan memperlihatkan foto-foto melalui slide presentasi yang telah disiapkan, Matthew menjelaskan tiga aspek penting dalam fotograpi yaitu: orang, pemandangan dan kreatifitas.

1. Orang
Jika objek utamanya adalah orang, maka mereka harus terlihat jelas dan cukup besar untuk menjadi pusat perhatian.


2. Pemandangan
Jangan meletakkan garis batas persis di tengah gambar, tetapi taruhlah diatas atau dibawah gambar yang akan diambil.

3. Kreativitas
Tunjukkan kreativitas dari foto yang diambil.

Matthew mengakhiri presentasinya dengan sebuah foto yang indah dan kreatif. Di foto tersebut, Matthew bergaya dengan melompat ke udara. Sebenarnya, akhir presentasi akan lebih sempurna jika Matthew pun ikut melompat mengikuti gayanya di foto tersebut.

Bagaimanapun, pesan yang disampaikan adalah efektif dan menambah wawasan. Apa yang telah disampaikan pasti akan melekat lama dalam ingatan. Aku merasa bersyukur karena Matthew telah berbagi pengetahuannya kepada kami. Selain itu, aku pun diizinkan untuk menampilkan ketiga fotonya dalam tulisan ini.

Sebelum pulang, Matthew memberikan sebuah kalender dari Kedutaan Australia untukku. Dari tiga belas gambar yang ada dalam kalender tersebut, tiga diantaranya adalah foto-foto yang diambil Matthew. Malam itu aku pun pulang dengan rasa syukur yang mendalam dan kalender tersebut pasti akan kusimpan dengan baik sebagai kenang-kenangan.

Akhirnya, untuk menutup tulisan ini, izinkan aku meminjam kata-kata indah dari Goldsmith: “Kita tidak akan berkembang jika tidak mempunyai contoh lain untuk ditiru selain diri sendiri.”

2 Balasan ke Teknik Mudah Fotografi

  1. Ian mengatakan:

    phew, bagus bnaget photonya…

    apalagi yang ke-3, menang juara 1 kali di kontes poto🙂

    • Vina Tan mengatakan:

      Ian, thanks atas komentarnya.
      Yang ketiga memang menang, tapi bukan juara satu dari lomba foto yang diadakan Kedutaan Australia. Fotonya menjadi cover kalendar dari Kedutaan.
      Salam,
      Vina

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: