Antrian yang Membawa Berkah

Kemarin siang, aku mengajak putriku, Lisa ke Mal Grand Indonesia karena ingin memanfaatkan diskon 30% yang ditawarkan Toko Buku Gramedia. “Lumayan untuk menghemat pengeluaran,” kataku dalam hati. Sehari sebelumnya, setelah bertemu dokter THT di Rumah Sakit Siloam – Kebon Jeruk untuk kontrol telinga Lisa, kami mampir ke Toko Buku Gramedia, Mal Taman Anggrek. Di sana, Lisa minta dibelikan dua buah novel impor. Aku sendiri tertarik dengan sebuah kamus padanan kata terbitan ‘Oxford’. Kebetulan sekali Gramedia Grand Indonesia sedang menawarkan potongan harga sebesar 30%. Jadi, kalau mau capek sedikit datang ke Grand Indonesia, aku bisa membeli buku-buku dengan harga yang lebih murah.

Akhirnya, Sabtu 30 Mei siang, kami pun tiba di Grand Indonesia. Inilah untuk pertama kalinya aku melihat mal yang begitu besar dan mewah. Aku pun terpana melihat TB Gramedia yang sangat luas dan lengkap. Setelah puas melihat dan mendapatkan buku-buku incaran, kami masuk ke dalam barisan yang panjang saat hendak membayar.

Tiba-tiba, mataku tertuju kepada seorang perempuan muda yang sedang memeluk sebuah buku berbahasa Inggris karangan John C. Maxwell. Untuk mengisi waktu, aku mencoba untuk memecah keheningan, “Suka baca buku John C. Maxwell ya, Mbak?” Dia mengangguk. Tidak lama kemudian, seorang ibu yang berdiri di sampingnya meneruskan, “Anak saya ini adalah seorang guru. Dia itu Psikolog tamatan UI.” Kata ibunya dengan bangga. Aku juga ikut bangga karena bertemu dengan seorang guru yang gemar membaca.

Tidak perlu waktu lama, aku dan ibunya langsung akrab dan saling berbagi cerita. Kami berdua memiliki banyak kesamaan dalam minat dan pandangan hidup. Ketika aku menyinggung soal Toastmasters, ibu tersebut juga sangat tertarik karena pernah hadir pada salah satu pertemuannya. Beliau ingin menjadi anggota dan bermaksud hadir di pertemuan Klub Toastmasters tempat aku bernaung. Tanpa terasa, antrian yang merayap seperti siput membutuhkan waktu dua jam untuk tiba di depan kasir. Namun, kami malah bersyukur karena punya banyak waktu untuk mengobrol sampai puas. Setelah bertukar nomor telepon, kami berpamitan dan berharap agar tali pertemanan akan terus dipelihara dan dipupuk.

Hidup terasa begitu menyenangkan jika kita terbiasa melatih otak untuk  berpikir positif. Sore itu, aku bukan saja mendapatkan buku-buku dengan harga yang lebih murah. Lebih dari itu, Tuhan telah mengirimkan seorang teman baru untukku. Luar biasa!

3 Balasan ke Antrian yang Membawa Berkah

  1. dedekusn mengatakan:

    Antri sambil ngerumpi🙂 tapi penuh hikmah,.,.,

  2. suwardi mengatakan:

    Mbak, pernah dengar gak kalo ada klub yang seperti toastmaster di Balikpapan ?
    Mohon infonya mbak
    Tks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: