Akhirnya, ITB!

IMG_5737Setelah menjalani tes saringan masuk ITB (Institut Tehnologi Bandung) di Bumi Serpong Damai sekitar tiga bulan yang lalu, Eric sangat yakin kalau dia tidak akan lulus. Mengetahui hal itu, dengan enteng dan optimis, suami saya berkata, “Tidak apa-apa, Ric. Masih ada kesempatan berikutnya di Bandung.” Singkat cerita, selesai menghadapi Ujian Akhir Nasional (UAN), Eric pun mulai fokus untuk ITB. Salah satu usahanya adalah ikut bimbingan belajar selama 17 hari di Bandung. Dan, belajar dari kegagalan yang lalu, kali ini Eric mempersiapkan diri dengan lebih matang agar bisa lolos tes yang dilaksanakan pada tanggal 30 & 31 Mei yang lalu di Bandung.

Selesai tes, Eric lebih yakin dan optimis bisa diterima karena hampir semua soal dapat diselesaikan dengan baik. Walaupun begitu, kami tidak berani berharap banyak. Lulus atau tidak lulus bukanlah hal yang utama. Tetapi, usaha dan kerja keras untuk mencapai target itulah yang lebih penting. Karena Eric ingin sekali kuliah di ITB, maka kali ini dia memasukkan pilihan kedua dan ketiga saat mengisi formulir pendaftaran. Pilihan utama tetap Fakultas Elektro & TI (Tehnologi Informasi). Berikutnya, Fakultas Tehnik Industri sebagai pilihan kedua dan Fakultas MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) sebagai pilihan ketiga.

Sambil menunggu pengumuman, Eric memiliki waktu yang cukup panjang untuk mempertimbangkan apakah tetap akan mengambil MIPA di ITB jika lulus untuk pilihan ketiga atau kuliah di UI (Universitas Indonesia) jurusan TI. Untuk informasi, walaupun Eric sudah lulus dan diterima di UI pada pertengahan Maret lalu,  tekadnya untuk kuliah di ITB tetap tidak surut. Dan, sebagai orangtua, kami tidak akan mempengaruhi keputusan Eric. Sebaliknya, kami akan menghargai dan menghormati apa pun yang akan Eric pilih.

Akhirnya, tanggal dan waktu yang ditunggu-tunggu itu datang juga. Hasil tes akan diumumkan tanggal 12 Juni 2009, jam 7 malam WIB (Waktu Indonesia Barat). Kebetulan, saat itu kami sekeluarga sedang liburan di Singapore (10 – 15 Juni 2009). Jadi, pada tanggal 12 pagi, Eric sudah wanti-wanti kalau jam 8 malam waktu Singapore, kami sudah harus tiba di rumah saudara sepupu suami di Queenstown agar dapat mengakses internet. Dan, tidak boleh terlambat! Daripada hanya menunggu, setelah makan siang, kami mengunjungi National University of Singapore (NUS) dan mampir cukup lama di museumnya. Dari sana, sekitar pukul 5.30 sore waktu Singapore, kami segera meninggalkan NUS dan menuju City Hall Interchange. Di sini kami berpisah dengan Lisa yang akan meneruskan perjalanan ke Orchad Road untuk bertemu seorang temannya yang sedang kuliah di Singapore.

Setelah makan malam di Raffles Mall, kami pun menuju apartemen saudara di Mei Ling Street daerah Queenstown. Tepat jam delapan, kami tiba di sana dan segera dipinjamkan laptop agar dapat mengakses internet. Terus terang, walaupun sudah siap dengan kemungkinan yang terburuk, tetap saja saya merasa khawatir dan tidak tega jika Eric harus menerima kabar buruk. Ibu mana, sih, yang tega melihat anaknya kecewa? Namun, saya berupaya untuk tetap tegar dan siap-siap memilih kata-kata yang tepat untuk menghibur Eric jika dia tidak lulus masuk ITB. Sebenarnya, Eric sendiri cukup optimis dapat diterima di ITB, hanya tidak yakin jurusannya. Syarat untuk masuk ke Fakultas pilihan utamanya yaitu Elektro & TI adalah yang terberat. Jadi untuk dapat diterima, hasil tes akademis dan psikotes harus benar-benar bagus.

Akhirnya, setelah membaca hasil pengumuman, dengan tenang Eric berkata, “Aku diterima di Fakultas Elektro & TI, lho.” Saya hampir tidak percaya dengan apa yang baru saja didengar saat itu dan meminta Eric untuk membaca sekali lagi dengan lebih teliti. Akhirnya, kami pun yakin, lega dan sangat bersyukur kepada Tuhan. Buah yang manis adalah hasil dari keuletan dan kerja keras. Persiapan yang lebih baik pasti memberikan hasil yang lebih baik. Tidak lama kemudian, Lisa menelpon Eric karena ingin tahu apakah kokonya lulus atau tidak. Lisa juga ikut senang ketika tahu Eric lolos ke ITB.

Tentu saja, tantangan belum akan berakhir sampai di sini. Eric tetap harus berusaha sebaik-baiknya agar saat pembagian jurusan di awal tahun kedua, dia bisa diterima di jurusan yang diinginkan yaitu TI. Syarat untuk masuk TI lebih berat dari Elektro. Jadi, hanya mahasiswa-mahasiswa yang nilainya memenuhi syarat saja yang akan diterima masuk TI.

Tanggal 16 Juni, sehari setelah kami kembali ke Jakarta, seluruh murid kelas 12 tempat Eric bersekolah dinyatakan lulus UAN (Ujian Akhir Nasional) 100%. Nilai-nilai Eric pun sangat baik yaitu:

  • Bahasa Indonesia =80
  • Bahasa Inggris = 86
  • Matematika = 100
  • Fisika = 95
  • Kimia = 92,5
  • Biologi = 75
  • Rata-rata =  528,5 :  6 = 88
  • Nilai-nilai Eric memang membuat kami bangga. Tetapi, yang lebih membanggakan adalah beberapa hari ini, Eric mau memanfaatkan waktu luangnya untuk membimbing dua orang temannya yang sedang mempersiapkan diri untuk tes masuk Unpar (Universitas Pajajaran) Bandung yang akan berlangsung akhir minggu ini.

    Selamat, Eric! Papa dan mama bangga dengan kerja keras kamu selama ini. Buah yang manis adalah hasil dari usaha yang konsisten selama bertahun-tahun. Semoga Eric tetap rendah hati dan teruslah berbagi ilmu dengan mengajar. Semoga sukses mencapai cita-citanya, Nak!

    6 Balasan ke Akhirnya, ITB!

    1. Ardi mengatakan:

      Congrat Eric..
      Keep fight to ur goals..

    2. suzinil mengatakan:

      mba vina, ikut senang….akhirnya eric bisa lulus di itb…sesuai dengan keinginannya. wow..nilai matematikanya sempurna 100. mudah2an ke depan eric bisa sukses lagi..klo bisa jangan sampai kenal wanita dulu apalagi mojang periangan…bisa kacau ntar kuliahnya. mereka agresif lho mba…salam buat eric. doakan ya mba vina, mudah2an dinda tahun depan bisa lulus di ui

      salam hangat

      suzi majid

    3. Vina Tan mengatakan:

      Halo Mbak Suzi,
      Terima kasih ya atas komentarnya di blog saya.
      Iya, kita akan lebih mudah mencapai apa yang kita impikan jika serius dan fokus.
      Terima kasih juga atas nasihatnya, Mbak. Akan saya sampaikan kepada Eric.
      Saya akan ikut mendoakan agar Dinda tahun depan bisa kuliah di UI.

      Salam hangat selalu,
      Vina

    4. hhhhuhhhhhhhhhh, aku ihsan cita2 ku ingin masuk Di ITB ngmbil jurusan TI (teknologi informasi) tpi saya gk bisa apa2.
      apa lagi dalam matematika, sangat payah sekali……….
      apa aku bisa seperti dia??????????????????
      skrg aku baru kelas XI
      dan org tuaku ingin skali aku bljr disana (ITB)
      gmn nich??????????
      blh mnt soal2 kmrn gk???? biar aku pljr wlwpun gk mungkin,,,

      • Vina Tan mengatakan:

        Halo Ihsan,
        Terima kasih sudah membaca tulisan Tante ya! Soal-soal kemarin mungkin masih disimpan Eric. Tapi sepertinya yang harus dipersiapkan adalah semua pelajaran IPA dan Psikotes. Kalau ada keinginan yang kuat pasti akan berusaha keras.
        Salam,

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: