Batal

Pada bulan April 2009 yang lalu, saya memutuskan untuk ikut reuni teman-teman SMA Don Bosco angkatan ’84 yang akan berlangsung beberapa hari lagi di Padang. Karena ingin mendapatkan tiket murah, segera laman Air Asia saya buka. Lumayan, harga tiket rute Jakarta – Padang – Jakarta adalah Rp 779.800 termasuk biaya asuransi sebesar Rp 30.000 dan biaya pemesanan tempat duduk sejumlah Rp 30.000 pulang pergi. Saya merasa puas dan senang karena tidak lama lagi dapat bertemu dan bernostalgia dengan teman-teman lama.

Pada bulan Juni 2009, saat putra saya, Eric mendapatkan kepastian akan kuliah di Bandung, ada perasaan lega karena perjalanan ke Padang selama beberapa hari pada awal Agustus nanti tentu tidak akan terbebani lagi oleh tanggung jawab akan Eric. Saya pun percaya bahwa putri saya, Lisa akan mampu mengatur dan mengurus dirinya sendiri selama saya bepergian.

Tidak lama kemudian, saya merasa sedikit tidak nyaman ketika Air Asia mengganti jadwal penerbangan yang telah disepakati. Jakarta – Padang tanggal 6 Agustus yang semula berangkat pukul 11.15 diubah menjadi 15.40. Sedangkan, jadwal berangkat dari Padang kembali ke Jakarta tanggal 10 Agustus yang semula adalah pukul 13.15 telah berubah menjadi 17.45. Saya sedikit kecewa karena itu artinya Senin malam tanggal 10 tersebut tidak bisa hadir pada pertemuan Toastmasters di JTC yang berlokasi di Menara Imperium. Tidak apa-apa, reuni kali ini lebih penting karena memperingati 25 tahun angkatan ’84 SMA Don Bosco Padang. Demikian yang terlintas di pikiran saya saat itu.

Kemudian, masalah timbul saat saya mengetahui bahwa tanggal 10 Agustus adalah hari pertama Eric masuk kuliah. Kog bisa? Selama ini, suami saya yang sangat antusias mempersiapkan, membantu dan mengurus kepindahan Eric ke Bandung. Menurutnya, dia tidak ingin kehilangan mementum untuk mengajarkan banyak hal penting kepada Eric dan ini hanya mungkin jika dia memiliki lebih banyak waktu lagi bersama Eric. Sepertinya, suami tidak ingin kehilangan kesempatan emas dan ingin memanfaatkannya sebelum akhirnya benar-benar melepas Eric sendirian di Bandung. Walaupun artinya dia harus bolak-balik ke Bandung dengan Eric.

Terus terang, sikap suami tersebut sangat membantu saya dalam mendidik dan membesarkan Eric. Karena, cara membesarkan seorang anak laki-laki tidaklah sama dengan anak perempuan. Jadi, jikalau anda memiliki anak laki-laki, anda butuh pengetahuan tambahan tentang pentingnya peran seorang ayah dalam membesarkan anak laki-lakinya. Dan, salah satu buku laris yang saya sarankan untuk dibaca adalah “The Wonder of  Boys” karangan Michael Guran.

Selanjutnya, keinginan saya pergi ke Padang menghadiri reuni dengan teman-teman benar-benar goyah ketika suami memastikan bahwa dia akan ada di Bandung pada akhir minggu menjelang hari pertama Eric masuk kuliah. Sebenarnya saya cukup yakin bahwa tanpa banyak bantuan dari ayahnya, Eric akan siap untuk mandiri. Akan tetapi, saya tetap harus menghargai dan mendukung apa yang telah suami lakukan untuk keluarga. Selama ini, dia telah membuktikan komitmennya dengan memberikan segenap waktu dan tenaga demi kepentingan kami bersama. Saya pun merasa beruntung karena telah diberikan Tuhan seorang suami yang berpikiran terbuka dan bijaksana.

Sebenarnya, suami tetap meminta saya untuk pulang ke Padang karena yakin Lisa pasti bisa ditinggal sendirian bersama pembantu. Namun saat ini, setiap Sabtu pagi Lisa harus ke sekolah untuk latihan drama yang pementasannya akan berlangsung pada awal September nanti di Gedung Kesenian Jakarta. Jika Sabtu ini saya berada di Padang dan suami ada di Bandung bersama Eric, siapa yang akan mengantar Lisa ke sekolah? Saya tidak mungkin meminta pembantu mengantar Lisa karena jarak sekolah yang cukup jauh dari rumah.

Akhirnya, dengan berat hati, saya pun memutuskan untuk membatalkan niat saya pulang ke Padang untuk reuni. Saya tidak ingin pergi dengan beban. Selama bertahun-tahun, saya lebih memprioritaskan kepentingan anak-anak daripada kepentingan saya sendiri. Jadi, kalau tidak jadi pulang untuk reuni, ya, tidak apa-apa. Tidak akan ada penyesalan. Lagipula saya yakin bahwa melalui Facebook, cerita dan foto-foto reuni masih bisa dinikmati.

Mengenai tiket, saya juga sudah mengiklaskan. Jadi, ketika staf Air Asia menelpon menanyakan konfirmasi, saya pun bertanya apakah ada kemungkinan ‘refund’ jika saya tidak jadi berangkat? Dengan senang hati staf tersebut membantu dan memeriksa data yang ada. Akhirnya, saya pun mendapat kepastian bahwa uang tiket akan dikembalikan ke rekening kartu kredit sejumlah Rp 740.800 karena biaya asuransi tidak bisa ditarik kembali.

Dalam hidup ini, banyak hal yang tidak terduga bisa terjadi. Orang bisa berubah dan rencana juga bisa batal. Akan tetapi, yang terpenting adalah nilai-nilai positif yang kita anut jangan sampai berubah ke arah negatif. Kita pun harus mampu menetapkan prioritas hidup yang kita jalani saat ini dan pastinya setiap orang akan mempunyai prioritas yang berbeda-beda.

FamilyStudies

Getting in touch with your true self must be your first priority. ~ Tom Hopkins

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: