Cat Rambut Orang Yahudi

Membaca itu adalah kemauan, sedangkan menulis itu ketrampilan – jadi bisa dilatihkan. ~ Chappy Hakim

Saya setuju sekali dengan kata-kata diatas. Sesungguhnya, membaca telah memperluas wawasan saya ke tingkat yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Adapun menulis telah membuat pikiran saya menjadi lebih fokus, perasaan semakin terasah dan perhatian meluas.

Mungkin pembaca akan heran, darimana asal judul untuk tulisan ini? Sebelum menjelaskannya, saya ingin bertanya lagi, apakah pembaca pernah mendengar nama Chappy Hakim? Pak Chappy atau Pak CH, demikian dia biasa dipanggil, adalah seorang Marsekal TNI Purnawiran yang pernah menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Udara tahun 2002 – 2005.

Dan, Cat Rambut Orang Yahudi. adalah buku terbitan Kompas yang baru saja diluncurkan tanggal 1 Agustus lalu di Hotel Sultan Jakarta. Buku tersebut adalah hasil ngeblog Pak Chappy di Kompasiana, blog yang dibangun Kompas.com. Hebatnya lagi, buku CROY (singkatan dari Cat Rambut Orang Yahudi) ini berhasil masuk rekor MURI asuhan bos jamu Jaya Suprana. Pak Chappy dicatat sebagai Marsekal/Jendral Bintang empat pertama yang tulisan-tulisannya di blog Kompasiana diterbitkan menjadi buku.

Bagaimana saya bisa tahu tentang buku tersebut? Ceritanya sebagai berikut: Sekitar lima bulan yang lalu, seorang teman Toastmasters menyarankan agar saya mengirimkan tulisan untuk dimuat di community Kompas. Saran tersebut saya ikuti, dan artikel ‘Jalan Menuju Universitas’ akhirnya dimuat di sana pada bulan Maret 2009. Iseng-iseng saat browsing, saya menemukan blog Kompasiana dan merasa tertarik dengan tulisan Mas Pepih Nugraha dan Pak Chappy Hakim. Berhubung di blog Mas Pepih ada logo Facebook, maka saya segera men-add dengan harapan kalau dibalas add maka saya tidak akan ketinggalan membaca tulisan terbaru yang diposting Mas Pepih.

Syukurlah, dugaan saya tidak meleset. Gayung pun bersambut. Setelah menjadi teman Mas Pepih di Facebook, saya jadi tahu bahwa artikel di blog bisa langsung di-share ke Facebook sehingga pembaca bisa mengikuti posting tulisan terbaru kita. Rasanya senang sekali bisa terus menemukan dan belajar hal-hal baru. Terima kasih Mas Pepih! Saya sungguh menyukai tulisan anda yang cerdas dan lugas. Terus terang, saya banyak belajar dari cara anda menulis. Saat ini, dalam rangka merampungkan buku pertama, saya memang harus banyak belajar, terutama dari penulis-penulis senior.

Akhir bulan Juli, dari posting di wall FB Mas Pepih, saya menemukan bahwa buku CROY akan segera diluncurkan. Sehingga, sehari sesudahnya, yaitu pada tanggal 2 Agustus 2009, saya sengaja mampir ke Toko Buku Gramedia untuk menemukan CROY. Sayang seribu sayang, bukunya belum ada sehingga saya masih harus memendam rasa penasaran lebih lama lagi. Ya, saya sangat penasaran dengan judul buku tersebut. Kog bisa ya judulnya Cat Rambut Orang Yahudi?

Ketika membaca cerita tentang launching buku tersebut dan melihat-lihat foto peluncuran buku yang di tag ke Mas Pepih, saya menemukan foto di bawah ini. Kenapa foto ini yang saya masukkan ke sini? Karena ada Effendy Ghazali yang menjadi moderator acara. Effendy menjadi spesial karena dia adalah salah seorang teman SMA waktu masih di Padang dulu. Saya juga sudah mendapatkan ‘izin’ Pak Edi Taslim yang fotonya saya muat di sini. Terima kasih, Pak Edi.

Cat Rambut Orang Yahudi

Akhirnya, saat mampir ke Gramedia seminggu kemudian, saya mendapatkan apa yang saya mau. CROY sudah ada di rak toko buku tersebut. Tanpa pikir panjang, saya langsung membelinya namum belum sempat untuk langsung dibaca. Baru Rabu kemarin saya punya waktu luang untuk mulai membaca. Saat masuk ke bagian pengantar, saya langsung terkesima. Tulisan Mas Pepih di bagian Pengantar Editor begitu lancar dan mengalir sehingga enak dibaca. Tidak salah deh jika Mas Pepih yang menjadi editor tulisan Pak Chappy sebelum dibukukan.

Selanjutnya, saya mulai masuk ke bagian Pengantar Penulis. Di bagian ini rasa penasaran saya terjawab sudah karena alasan kenapa memilih CROY menjadi judul buku menjadi terkuak. Dari tulisan-tulisan yang dimuat, saya pun mulai mengenal Pak Chappy lebih jauh dan pribadinya yang bersahaja. Saya menjadi terharu sekaligus bangga bahwa Indonesia pernah memiliki seorang KSAU seperti seorang Pak Chappy. Salut!!!

Kemarin sore, saat terjebak macet di daerah Tanah Abang dalam perjalanan menuju WTC, saya hanya bisa tersenyum dalam hati. Betul juga ulasan Pak Chappy di artikel ‘Lalu Lintas Kita’. Waktu tempuh selama 1 jam 45 menit adalah lebih lama dibandingkan dengan terbang dari Jakarta ke Singapore yang hanya 1 jam 20 menit. Untung saja saya meninggalkan rumah lebih awal sehingga tidak terlambat tiba di tujuan. Oh ya, saya ke WTC dalam rangka menjadi judge untuk speech contest British Toastmasters Club.

Ulasan dan analisa Pak Chappy termasuk tajam, tepat dan mengena. Tidak salah telah memilih CROY untuk dibaca. Setiap buku yang dibaca selalu memberikan wawasan dan menambah hal baru yang dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi saya, membaca bukanlah untuk menjadi pandai atau sok pintar. Saya membaca karena ingin memuaskan rasa ingin tahu yang ada. Jadi, kalau ingin punya kemauan untuk membaca dan terus membaca, pertama-tama ciptakan dulu rasa ingin tahu sebanyak mungkin dalam diri anda sehingga membaca menjadi sebuah kegiatan yang asyik untuk mengisi waktu luang.

Develop a passion for learning. If you do, you will never cease to grow. ~ Anthony J. D’Angelo

14 Balasan ke Cat Rambut Orang Yahudi

  1. johnherf mengatakan:

    Kolaborasi antara mau dan terampil membuat tulisan semakin bermanfaat dan berkembang pada temuan baru.

    Asyik juga ya kemauan dan keterampilan yang bersinergi, pengaruh atas tulisan menjadi luarbiasa.

  2. Pepih Nugraha mengatakan:

    Wah, waya terharu membacanya… jarang ada orang yang melaporkan kegiatan saya dalam tulisan, tetapi lebih sering saya melaporkan kegiatan orang hehehe…. malum saya jurnalis/penulis. Terus menulis ya, Vin, kapan-kapan ikuti deh Blogshop Kompasiana, kita bisa share di sana. Bravo!

  3. Prayitno Ramelan mengatakan:

    Vina Tan, saya membaca tulisan ini…bagus dan enak saja…Saya termasuk teman baik dari Pak CH dan Mas Pepih juga di Kompasiana…saya nanti Add ya di FB. Saya juga nulis sih dikit2, nanti di app ya. Salam>Pray

    • Vina Tan mengatakan:

      Salam kenal Pak Prayitno.
      OK, pasti akan saya add, Pak.
      Terus terang saya baru beberapa bulan mulai menulis. Ternyata banyak manfaatnya.
      Salam buat Pak Chappy, ya.
      Salam,
      Vina

  4. saifulakbar89 mengatakan:

    Mantap

  5. kusumah wijaya mengatakan:

    Bagus sekali tulisannya mbak, sangat mengalir dan diam-diam saya mencuri ilmu dari cara Mbak Vina menulis. Sangat lancar dan mengalir bagai air. Saya pun termasuk pembaca setia tulisan pak CH, dan saya kagum dengan beliau. Semoga saja banyak jenderal kita yang seperti beliau.

    salam Blogger Kompasiana
    Omjay

  6. GK mengatakan:

    tulisan anda juga bagus, tapi saya masih penasaran kenapa judulnya CROY y?
    di tulisan anda tdk dibahas scr mendalam. atw mungkin biar sy beli bukunya pak CH ya?
    hehe…salam kenal ya..

    • Vina Tan mengatakan:

      Halo GK,
      Pertama-tama terima kasih sudah mampir dan membaca blog saya. Sengaja saya buat penasaran karena kalau saya cerita jadi ngak penasaran lagi. Tulisan Pak Chappy yang berjudul Cat Rambut dan Mengapa Orang Yahudi Banyak yang Pintar adalah yang mengundang banyak komentar, tanggapan dari pembaca di blog kompasiana. Jadi judul buku diambil dari gabungan kedua judul artikel tersebut.
      Semoga sudah tidak penasaran lagi.
      Salam.

  7. serdadu95 mengatakan:

    * Salam kenal dulu-lah Mbak:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: