Terima Kasih

thank-youKetika saya masih kecil, ayah pernah berpesan bahwa kita harus selalu mengucapkan ‘terima kasih’ kepada siapa pun yang telah membantu kita, walaupun itu saudara kandung sendiri. Kini, hampir tiga puluh tahun sudah ayah pergi meninggalkan kami menghadap Yang Kuasa. Akan tetapi, nasihat tersebut masih tetap lekat dan tidak akan lekang dari hati.

Saat menulis ‘Cat Rambut Orang Yahudi’, saya hanya ingin menuangkan ide yang ada menjadi tulisan. Ide tersebut datang tiba-tiba saat saya selesai membaca bagian pengantar editor dan pengantar penulis dari CROY. Sayang, saat itu saya tidak bisa langsung menuliskannya di blog karena masih ada urusan yang harus diselesaikan di luar rumah. Selanjutnya, setelah menunggu selama tiga puluh enam jam barulah saya bisa duduk di depan komputer. Segera tulisan tersebut saya tuntaskan karena sudah membuncah-buncah di pikiran.

Setelah selesai, tulisan tersebut langsung saya posting ke wall Facebook Mas Pepih dan Pak Edi. Tidak lupa saya persembahkan juga untuk Pak Chappy melalui kolom komentar di Kompasiana.com sebagai tanda terima kasih. Akan tetapi, yang sama sekali tidak pernah saya duga adalah berkat tulisan ini, statistik kunjungan ke blog Sang Kuda Api melejit  bak meteor pada hari CROY di-posting.

Karenanya, melalui tulisan ini, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah mendukung dan memberikan inspirasi kepada saya untuk mulai menulis dan untuk terus menulis.

1. Mas Pepih Nugraha

Terima kasih banyak, Mas Pepih. Komentar anda di blog bagaikan tonikum yang menambah semangat. Kapan-kapan saya pasti akan ikut Blogshop Kompasianan. Oh ya, bagi yang belum sempat membaca, inilah komentar Mas Pepih:  “Wah, saya terharu membacanya… jarang ada orang yang melaporkan kegiatan saya dalam tulisan, tetapi lebih sering saya melaporkan kegiatan orang hehehe…. maklum saya jurnalis/penulis. Terus menulis ya, Vin, kapan-kapan ikuti deh Blogshop Kompasiana, kita bisa share di sana. Bravo!”

2. Pak Chappy Hakim

Terima kasih banyak telah membaca tulisan CROY di blog saya. Terus terang saya banyak mencuri ilmu menulis dari Bapak. Menurut saya, bahasa yang Bapak gunakan termasuk ringan dan mudah dimengerti. Tadi malam, buku CROY telah selesai saya baca semuanya. Kesan saya adalah banyak artikel yang menarik, berguna dan pantas untuk direnungkan. Masalahnya, saya termasuk orang yang tidak suka traveling, Pak. Setelah baca ulasan Bapak tentang standar lapangan terbang yang kurang memenuhi syarat, bisa-bisa saya jadi tidak mau terbang lagi. Ha… ha… ha… Apa mungkin?

3. Pak Edi Taslim

Terima kasih telah mengizinkan saya memakai fotonya. Foto tersebut telah memberikan nilai tambah bagi tulisan saya.

4. Pak Prayitno Ramelan

Terima kasih sudah add saya di Facebook. Komentar Bapak di bawah ini benar-benar membuat saya tersanjung.

“Vina Tan, saya membaca tulisan ini… bagus dan enak saja… Saya termasuk teman baik dari Pak CH dan Mas Pepih juga di Kompasiana… saya nanti Add ya di FB. Saya juga nulis sih dikit2, nanti di app ya.  Salam>Pray”

5. Kusumah Wijaya

“Bagus sekali tulisannya mbak, sangat mengalir dan diam-diam saya mencuri ilmu dari cara Mbak Vina menulis. Sangat lancar dan mengalir bagai air. Saya pun termasuk pembaca setia tulisan pak CH, dan saya kagum dengan beliau. Semoga saja banyak jenderal kita yang seperti beliau.”

Terima kasih Kusumah atas komentarnya. Itulah gunanya kita membaca, siapa tahu ada ilmu yang bisa kita curi. Mencuri di sini tidak haram, kog. Saya juga banyak mencuri ilmu dari orang-orang yang bukunya saya baca.

Kepada semua yang sudah mengunjungi blog Sang Kuda Api dan membaca tulisan-tulisan saya, terima kasih banyak atas dukungan anda semua. Dan, yang tidak kalah pentingnya adalah terima kasih dari saya untuk para mentor yang ada di Writer Schoolen. Saya merasa beruntung telah menjadi salah satu peserta workshop menulis yang diselenggarakan Writer Schoolen pada Februari 2008. Kalau tidak salah saat itu namanya masih SPP (Sekolah Penulis Pembelajar).

Pak Edy Zaqeus: Dukungan anda melalui komentar-komentar atas posting di wall sangat memotivasi saya untuk merampungkan buku yang sedang saya tulis.

Pak Andrias Harefa: Tulisan-tulisan anda yang di-posting di Facebook sungguh berguna dan bermanfaat.

Pak Her Suharyanto: Saya masih ingat saat kita bertemu di Plaza Senayan bulan Juni 2008, Bapak meminta dan meyakinkan saya agar membaca cerita ‘Laskar Pelangi’. Saat itu, saya sudah punya bukunya, hanya belum terpikir untuk membacanya. Terus terang, saya sangat jarang membaca novel. Namun, sejak selesai membaca Laskar Pelangi, saya mulai mencintai cerita novel. Akhirnya saya pun mengerti kenapa Bapak ingin saya membaca ‘Laskar Pelangi’.

Kepada ayah dan ibu tercinta yang saat ini telah tiada. Untuk ayah, hal-hal positif yang pernah engkau lakukan begitu membekas di hati dan telah membuat saya menjadi orang yang ingin terus belajar. Mungkin dulu ayah melakukannya tanpa memikirkan dampak positif bagi saya. Namun, ayah adalah teladan bagi kami dalam mendidik dan membesarkan anak-anak.

Ibu, saat-saat kita semua bersama dalam senang dan sedih selalu membekas di hati. Walaupun ibu sudah pergi meninggalkan kami tujuh tahun yang lalu, namun kenangan yang kita miliki tidak akan lekang ditelan waktu. Untuk itulah, melalui proses dan pemikiran yang mendalam selama berbulan-bulan, saya akhirnya memutuskan untuk menulis cerita kita ke dalam sebuah memoar. Tujuan utama adalah saya ingin anak-anak belajar bahwa hidup penuh perjuangan itu lebih berarti. Ketegaran dan ketabahan Ibu dalam menghadapi hidup begitu menginspirasi saya sehingga sayang jika akan hilang begitu saja.

Bagi saya, yang terpenting adalah kedua anak saya sudah setuju untu membaca memoar ini. Soal apakah nanti diterima atau ditolak penerbit, tidak masalah. Anak-anak adalah dorongan utama saya untuk menuntaskan buku tersebut. Karena saya yakin, inilah warisan positif yang bisa saya tinggalkan untuk mereka.

Saya sangat bersyukur memiliki keluarga yang dengan setia menjadi supporter utama. Bertahun-tahun saya banyak memberikan pikiran, waktu dan tenaga untuk suami dan anak-anak tercinta. Ketika anak-anak mulai beranjak dewasa, saya bahagia karena ternyata usaha saya tidak sia-sia. Mereka cukup mandiri dan bertanggung jawab sehingga saya punya banyak waktu untuk diri sendiri dan melakukan hal-hal yang berguna bagi kehidupan saya selanjutnya.

Akhirnya, saya berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa karena kehidupan yang telah diberikan kepada saya. Segala kejadian yang penuh suka cita dan duka telah memperkaya hidup yang saya miliki dan jalani selama ini. Hidup menjadi lebih berarti jika kita mampu mencari makna dan hikmah di balik semua kejadian yang kita alami.

Sekali lagi, TERIMA KASIH!

Many people realize their hearts’ desires late in life. Continue learning, never stop striving and keep your curiosity sharp, and you will never become too old to appreciate life. ~ Unknown Author

4 Balasan ke Terima Kasih

  1. Chappy Hakim mengatakan:

    Keep your curiosity sharp, and you will never become too old to appreciate. Bagus sekali kutipan ini. Saya menyampaikan terimakasih kembali kepada Vina Tan, Saya selalu merasa senang kalau ada orang yang mau membaca tulisan saya, mungkin itu kelemahan saya. Karena sejatinya, saya tidak pernah belajar khusus untuk menulis, jadi saya sadar akan banyak kelemahan yang tersaji di tuilisan-tulisan saya. Saya menggunakan, pujian dan lebih-lebih koreksi atau bahkan “ejekan” orang tentang tulisan saya untuk memperbaiki tulisan saya berikutnya. Terlebih bila ada orang yang berterimakasih setelah membaca tulisan saya, berbahagia sekali rasanya hati ini.
    Mengenai tulisan tentang penerbangan, kebetulan saja bidang itu telah saya geluti lebih dari 30 tahun, jadi memang sebagian besar tulisan saya adalah membahas tentang penerbangan. Mudah-mudahan, CROY jilid 2 akan saya siapkan setelah lebaran. Terimakasih dan selamat menulis terus, salam, CH.

    • Vina Tan mengatakan:

      Terima kasih banyak atas kunjungan dan komentar Bapak di blog saya. Terus terang, saya banyak belajar dari cara Bapak menulis. Saya juga selalu kagum dengan orang-orang yang tidak pernah belajar khusus untuk menulis, tapi bisa menulis. Kalau saya, memang harus belajar karena tidak biasa untuk menulis. Tapi ngak apa-apa ‘kan, Pak. When there is a will, there must be a way. Wah, hebat, CROY jilid 2 akan segera terbit? Luar biasa, Pak! Saya pasti akan segera ke toko buku untuk membelinya jika sudah terbit. Salam, Vina.

  2. Chappy Hakim mengatakan:

    Tulisan saya tentang penerbangan, pada umumnya berisi masukan untuk penyempurnaan faktor keamanan bagi penerbangan di Indonesia. Mudah-mudahan tidak menjadikan orang takut terbang. Pesawat terbang, sebenarnya adalah moda transportasi yang paling aman.

    • Vina Tan mengatakan:

      Jangan khawatir, Pak. Banyak orang sangat suka travelling, jadi pasti tidak takut terbang. Kalau saya, mau itu terbang atau jalan darat, karena tidak suka ‘travelling’, ya jalan-jalannya jarang sekali. Kalau terpaksa saja, Pak. Salam, Vina.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: