Havermut

Saat suami tiba di rumah sehabis main bulu tangkis tadi malam, setengah berbisik dia berkata padaku, “Havermut.” Aku langsung paham bahwa dia lapar dan ingin mengisi perutnya dengan sesuatu yang tidak terlalu berat. Maklum, jam sudah menunjukkan pukul 11.15 pm.

“Aku masakin ya…”

Ketika melihat ada roti tawar di atas meja, suami langsung berubah pikiran, “Ngak usah, ngak usah. Aku makan roti tawar saja. Repot kalau harus masak dulu.”

Aku belum sempat mengambil panci dari lemari. Tapi sama sekali tidak ingin mundur karena otak sudah terlanjur memberikan perintah. “Sudah malam begini. Lebih baik makan havermut daripada roti tawar. Ngak repot kog. Lagipula, hanya kerjaan lima menit saja.”

“Ah, aku tidak mau kamu repot. Ngak usah ya…” Suami berusaha meyakinkanku.

“Tidak. Havermut saja. ‘Kan aku yang mau masakin… Kamu mandi dulu aja. Pasti aku sudah siap saat kamu selesai nanti.”

Tanpa tawar-menawar lagi, suami langsung naik ke atas untuk mandi.

Beberapa saat kemudian…

“Aku kesel deh, airnya terlalu banyak sehingga havermut-nya keenceran.”

“Tidak apa-apa kog.”

“Tapi kali ini encernya benar-benar keterlaluan,” kataku penuh sesal.

“Aku ‘kan bukan orang yang rewel. Sudah untung ada yang mau masakin. Sudahlah. Ngak usah kesal. Toh havermut-nya sudah masuk ke dalam perut. Oke?”

“Ya. Tapi aku benar-benar bodoh karena tidak mau mendengar kata hati. Harusnya aku buang sebagian airnya saat pertama mengaduk waktu baru mendidih. Havermut yang ini beda, jadi tidak boleh kebanyakan air.”

“Sudahlah. Memang kebanyakan air, tapi tidak apa-apa kog. Sungguh!”

“Iya deh. Terima kasih ya atas pengertiannya…”

Senyuman suamiku yang penuh arti benar-benar membuat hatiku berbunga. Malam yang sangat menyenangkan. Akhirnya, pikiranku pun melayang pada kebiasan kelima yang diajarkan Steven Covey dalam bukunya “The Seven Habits of Highly Effective People”.

SEEK FIRST TO UNDERSTAND, THEN TO BE UNDERSTOOD.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: