Menulis Buku Harian

Empat bulan terakhir ini aku aktif mengisi blog buku harian milikku. Yeah, sebenarnya menulis sebuah buku harian tidak pernah terlintas di pikiran sampai suatu hari aku selesai membaca ‘The New Diary’ karya Tristine Rainer. Seperti biasa, langkah pertama tidak selalu berjalan dengan mulus. Ide tersebut bahkan sempat mengendap sekitar empat bulan hingga akhirnya aku memutuskan untuk mulai dengan menulis kata pengantar blog tersebut:

Akhir Agustus 2009 yang lalu, ketika selesai membaca buku ‘The New Diary’ karangan Tristine Rainer, aku pun tertarik untuk mempraktekkan apa yang baru saja dibaca. Alasannya? Sebagai penulis pemula, aku butuh ruang lebih untuk terus dan tetap menulis. Dan, latihan terbaik untuk mengasah kemampuan seorang penulis adalah dengan MENULIS, MENULIS, dan MENULIS.

Memang sih, aku sudah punya blog Sang Kuda Api tempat aku mengisi tulisan. Hanya saja karena blog ini terbuka untuk umum, maka tidak bisa semua cerita bisa aku tuangkan di sana. Hal ini tentu saja untuk menghindari komentar-komentar negatif dari pembaca. Namun, setelah ide tentang buku harian tersebut mengendap selama lebih kurang empat bulan, akhirnya kuputuskan untuk membuat blog Buku Harian Sang Kuda Api agar bebas menuangkan cerita-cerita pribadi yang selama ini banyak menguap begitu saja. Blog ini tentu saja bisa diakses oleh siapa saja, tapi aku tidak akan mempromisikannya secara luas. Karena, tidak setiap orang suka membaca cerita pribadi orang lain.

Sampai saat ini, penulisan buku pertamaku masih tersendat-sendat. Hanya bab pertama saja yang baru rampung seratus persen. Enam bab berikutnya masih harus ditulis ulang. Sedangkan selebihnya masih berupa konsep. Walaupun demikian, semangat dan tekad untuk menuntaskan buku tersebut tidak pernah luntur ataupun pudar. Aku mungkin butuh sedikit waktu lagi agar tulisanku terasa lebih mengalir. Yang penting, tetap fokus dan lebih konsisten lagi dalam menulis. Semoga saja Buku Harian ini akan bermanfaat.

Terima kasih dan SELAMAT MEMBACA!

Jakarta, 7 Januari 2010

Yang pasti, sejak aktif mengisi blog buku harian tersebut, aku jadi jarang menulis di sini. Mungkin karena terlalu asyik menulis bebas sesuai dengan kata hati tanpa ingin terbebani oleh perasaan apakah tulisanku akan diterima atau disukai oleh pembaca. Memang, empat bulan bukanlah waktu yang singkat, tapi juga belum lama-lama amat untuk menilai sebuah konsistensi.

Di samping itu, tujuanku menulis buku harian seakan tercapai. Aku punya lebih banyak kesempatan untuk berlatih menulis dan semakin memperhatikan kejadian sehari-hari yang akan kumasukkan ke dalam blog tersebut. Dengan kata lain, kepekaanku terus terasah. Menarik dan sangat menarik tentunya! Tak dinyana, hari-hari yang kulalui menjadi lebih berarti dan bermakna sehingga hidup pun terasa lebih bersemangat lagi.

Oh ya, bagi yang ingin melihat-lihat blog buku harianku, silakan Anda klik tautan di bawah ini:

BUKU HARIAN SANG KUDA API

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: