Anak-anak Belajar dari Apa yang Mereka Alami dalam Kehidupan Ini

Setelah bertahun-tahun berkutat dengan urusan pengasuhan anak, akhirnya saya sampai pada satu kesimpulan, yaitu masalah yang terjadi pada anak-anak kita di kemudian hari, sangat berkaitan dengan cara mereka dididik dan dibesarkan dalam sebuah keluarga. Jika mau meluangkan waktu untuk menyimak dan menghayati hal-hal yang terjadi di seputar urusan membesarkan anak, maka kita akan mendapatkan satu benang merah, yaitu anak-anak belajar dari apa yang mereka alami dalam kehidupan ini.

Saat hendak beranjak tidur pada pukul sepuluh tadi malam, telepon di rumah berdering. Oh, ternyata dari seorang kerabat dekat keluarga suami. Saya langsung bisa menebak kalau orang tersebut pasti bermasalah lagi dengan anaknya. Ternyata benar! Mendengar ceritanya yang panjang lebar membuat saya sampai menggeleng-gelengkan kepala tanda tidak percaya.

Bagaimana mungkin! Orang tersebut, yang sadar dan tahu kalau anaknya telah bersikap kurang ajar terhadapnya, masih tetap berusaha untuk melindungi karena tidak ingin anaknya tersakiti dan terluka. Pantesan, anak tersebut tidak pernah belajar untuk menghormati dan menghargainya. Yang ada, anaknya hanya bisa selalu menuntut dan menekan orangtua tersebut agar mau memenuhi segala keinginan dan kebutuhannya. Sungguh memprihatinkan!

Apa yang bisa saya lakukan untuk membantunya? Tentu saja tidak ada kalau dia sendiri tidak punya ketegasan dan ketegaran dalam menghadapi anaknya tersebut. Rasanya, apa yang terjadi dengan keluarga tersebut sudah seperti sebuah lingkarang setan – terus tersendat-sendat pada masalah yang sama sehingga tidak pernah setapak pun beranjak dari keadaan semula. Kalau saya boleh bilang, sepertinya mereka seakan terperosok ke sebuah lubang yang semakin dalam.

Kenapa demikian? Biasanya, ketika menghadapi masalah, orang cenderung untuk mencari jalan pintas  saat mencari jalan keluar. Maunya cepat dan tepat tanpa ingin melalui sebuah proses. Akibatnya, masalah sulit menjadi tuntas sampai ke akar-akarnya. Jadi, tak perlu heran kalau akhirnya masalah yang sama seringkali kambuh bagaikan penyakit yang sudah kronis atau menahun.

Sebenarnya, yang terbaik bagi para orangtua adalah melatih diri untuk mengantisipasi masalah sebelum masalah itu sendiri ada di depan mata. Atau saat masih tergolong ringan, berusahalah untuk mencari solusi agar masalah jadi terselesaikan sehingga tidak membesar atau tidak bertambah parah.

Sebagai bahan renungan dan syukur-syukur kalau bisa diterapkan saat berinteraksi dengan anak-anak yang sedang kita besarkan, berikut adalah puisi klasik indah yang ditulis oleh Dorothy Law Nolte yang judul aslinya adalah “Children Learn What They Live” – Anak-anak Belajar dari Apa yang Mereka Alami dalam Kehidupan Ini.

  • Kalau anak-anak banyak dikritik dalam kehidupannya, mereka akan belajar mengutuk.
  • Kalau anak-anak banyak mengalami permusuhan dalam kehidupannya, mereka akan belajar berseteru.
  • Kalau anak-anak banyak mengalami ketakutan dalam kehidupannya, mereka akan belajar prihatin.
  • Kalau anak-anak banyak dikasihani dalam kehidupannya, mereka akan belajar merasa kasihan pada diri sendiri.
  • Kalau anak-anak banyak dicemooh dalam kehidupannya, mereka akan belajar menjadi pemalu.
  • Kalau anak-anak banyak mengalami kecemburuan dalam kehidupannya, mereka akan belajar iri hati.
  • Kalau anak-anak banyak mengalami hal yang memalukan dalam kehidupannya, mereka akan belajar merasa bersalah.
  • Kalau anak-anak banyak diberikan dorongan dalam kehidupannya, mereka akan belajar percaya diri.
  • Kalau anak-anak merasakan toleransi dalam kehidupannya, mereka akan belajar sabar.
  • Kalaui anak-anak banyak dipuji dalam kehidupannya, mereka akan belajar menghargai.
  • Kalau anak-anak merasa diterima dalam kehidupannya, mereka akan belajar mengasihi.
  • Kalau anak-anak merasa didukung dalam kehidupannya, mereka akan belajar menyukai diri sendiri.
  • Kalau anak-anak merasa diakui dalam kehidupannya, mereka akan belajar bahwa mempunyai sasaran itu baik.
  • Kalau anak-anak dibiasakan berbagi dalam kehidupannya, mereka akan belajar bermurah hati.
  • Kalau anak-anak dibiasakan jujur dalam kehidupannya, mereka akan belajar mengatakan yang sebenarnya.
  • Kalau anak-anak merasakan keadilan dalam kehidupannya, mereka akan belajar bersikap adil.
  • Kalau anak-anak banyak diberikan kemurahan dan pertimbangan dalam kehidupannya, mereka akan belajar menghormati.
  • Kalau anak-anak merasa tenteram dalam kehidupannya, mereka akan percaya kapada diri sendiri maupun orang-orang di sekeliling mereka.
  • Kalau anak-anak merasakan persahabatan dalam kehidupannya, mereka akan belajar bahwa dunia ini tempat tinggal yang menyenangkan.

~ Doroty Law Nolte

Akhir kata, anak-anak sungguh belajar dari apa yang terjadi dalam kehidupan mereka. Kemudian mereka akan tumbuh dengan mempraktekkan apa yang telah mereka pelajari dan yakini. Jadi, adalah tugas kita sebagai orangtua untuk memastikan bahwa proses pembelajaran anak-anak berada di jalur yang tepat.

4 Balasan ke Anak-anak Belajar dari Apa yang Mereka Alami dalam Kehidupan Ini

  1. pakosu mengatakan:

    Informasinya mantap, keren. Nambah ilmu saya.
    Salam kenal.

  2. Rose mengatakan:

    Great information. Thanks for the sharing, very helpful🙂 Salam Kenal🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: