Kembali

Akhirnya, setelah absen empat bulan, siang ini aku kembali berlatih vokal dengan guru favoritku, Charles Nasution. Sebelumnya, sempat sih ada perasaan khawatir kalau-kalau akan banyak kemunduran saat vocalizing. Misalnya, tak mampu lagi menggapai not-not atas atau menyentuh not-not bawah dengan mulus. Karena, selama ini aku sama sekali tidak punya hati untuk berlatih di rumah. Kenyataanya, tak seperti yang ada dalam bayangan, aku cukup puas dengan latihan hari ini. Bisa berlatih vokal lagi secara rutin dengan bimbingan seorang guru akan memberikan kepuasaan tersendiri bagi jiwa.

Sejak anaku, Eric, didiagnosa menderita Depresi Psikotik – sebuah penyakit kejiwaan yang disebabkan oleh kelainan zat kimia dalam otak – akhir Juli lalu, aku tak punya pilihan lain selain hanya berfokus pada proses penyembuhannya. Beruntung, aku menemukan dokter yang tepat dan cocok saat pertama kali membawa Eric berobat ke Rumah Sakit. Kemudian, ketika Eric sudah cukup kuat untuk kembali ke kampus ITB, selama dua bulan penuh aku pun harus bolak-balik Bandung setiap minggunya dan tinggal di sana antara satu sampai empat hari.

Sungguh, menemani Eric melewati masa-masa sulit adalah sebuah perjuangan berat. Namun, hal ini justru memperkuat dan mempererat ikatan keluarga kami. Aku kagum dengan tekad baja dan usaha keras suami dalam membantu Eric mengatasi gejala-gejala negatif yang ada dalam dirinya. Aku pun harus angkat topi pada Eric yang sangat tegar dan bisa menerima keadaannya tanpa pernah mengeluh. Aku dan suami pun tiba-tiba harus menjadi ‘terapis dadakan’ yang akhirnya terbukti cukup andal dalam menolong Eric untuk bangkit. Tentu saja, pengalaman yang penuh dinamika ini akan sayang untuk dilewatkan begitu saja tanpa torehan catatan-catatan berharga pada saat-saat penting dan genting. Siapa tahu suatu hari nanti jurnal-jurnal tersebut bisa terangkai menjadi sebuah cerita yang utuh dan bermakna.

Kini, untuk mengisi waktu luang aku sedang getol-getolnya membaca buku-buku tentang masalah kejiwaan. Yeah, untuk memperluas wawasan sih. Bulan Oktober yang lalu, aku dan Eric juga diminta dokter untuk berbagi cerita pada acara kumpul keluarga pasien yang diadakan di rumah sakit. Saat itu, aku salut dengan keberanian Eric dalam menceritakan keanehan-keanehan yang dialaminya sebelum diobati dan bagaimana dia mengatasi trauma saat kembali ke kampus. Dokter benar, tak perlu malu jika menderita penyakit kejiwaan – apakah itu Depresi Psikotik, Skizofrenia ataupun Bipolar Disorder – karena penyakit-penyakit ini terbukti bisa diobati.

Terus terang, sampai saat ini masih ada rasa gamang ketika hendak kembali mengisi blog Sang Kuda Api. Tapi, tentu saja kekecutan ini harus kulawan agar bisa produktif lagi dalam menulis. Selain itu, masih ada sebuah memoar terbengkalai yang masih akan aku selesaikan. Tak penting apakah nantinya akan diterbitkan atau tidak, yang pasti tujuan aku menulis adalah untuk memuaskan ego dan batinku sendiri.

Pengalaman membuktikan bahwa dalam hidup ini, semakin banyak rintangan yang dihadapi, semakin kaya pula cerita yang bisa dituturkan. Selain itu, sikap kita dalam menghadapi tantangan turut menentukan seberapa banyak kebijaksaan hidup yang bisa kita resapi dan hayati. Akhir kata, jangan pernah berpaling dari masalah karena pasti ada hikmah di balik kesulitan yang menimpa.

2 Balasan ke Kembali

  1. Julia Agustina mengatakan:

    Tetap semangat Bu… Tuhan tidak akan pernah memberikan cobaan yg tidak bisa d hadapi umat-Nya.. tetap bjuang untuk kesembuhan eric… Eric butuh orangtua yg tetap mendukung dia terus, Ibu dan suami harus tetap lebih bsemangat….. semoga eric cepat sembuh… amien….

    • Vina Tan mengatakan:

      Terima kasih atas kata-katanya yang sungguh menguatkan hati, Julia. Yeah, kami akan terus berjuang semaksimal mungkin untuk kesembuhan Eric.
      Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: