Sepatu Baru

Saat terbangun pagi ini, kudengar rintik hujan jatuh membasahi bumi. Wah, bisa batal nih acara jalan pagi hari ini, kataku dalam hati. Tiba-tiba, HP-ku pun memanggil. Ternyata dari temanku. Dia menanyakan apakah jadi jalan pagi walaupun gerimis. Segera kuberlari ke bawah untuk melihat ke jalanan dan ternyata hanya satu dua titik air saja yang jatuh. Hehehe… jangankan gerimis kecil, yang agak besar pun pernah kuterobos dengan bantuan payung terkembang.

Namun, pagi ini ada yang beda…

Saat temanku enggan karena harus berpayung menuju rumahku, entah kenapa aku langsung setuju dengannya. Jalannya ganti besok aja. Itulah kalimat penutup untuknya.

Sebenarnya tepat jam 7 pagi hujan sudah berhenti dan langit pun berangsur cerah. Biasanya sih aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas untuk jalan. Hanya saja pagi ini aku bergeming karena jalanan tidak otomatis kering saat hujan berhenti. Sebenarnya apa yang salah dengan jalanan yang basah? Tidak ada sih kalau aku tidak harus memakai sepatu baru. Sempat sih kuberharap mudah-mudahan saja suami belum sempat ‘menyumbangkan’ sepatu lamaku sehingga masih bisa kupakai untuk melintasi pagi yang basah. Sungguh, aku masih tak rela jika sepatu yang baru saja dibeli dua hari yang lalu harus kotor terpercik air hujan.

Apa boleh buat, sepatu lamaku sudah tiada. Sebenarnya, walaupun sudah lebih dari tiga tahun, kondisi sepatu tersebut masih cukup nyaman untuk digunakan. Memang sol kiri pernah lepas sih, tapi sudah direkatkan lagi kog. Jadi, tujuanku membeli yang baru hanya untuk jaga-jaga saja sekiranya sepatu yang lama jebol. Akan tetapi, suamiku tidak sependapat, “kalau sudah ada yang baru, yang lama kasih orang aja, mumpung kondisinya masih cukup baik.”

Akhirnya, tak ingin sepatu baruku jadi kotor, aku pun memutuskan untuk berlatih yoga saja. Mudah-mudahan saja besok pagi jalanan kering sehingga aku bisa membiasakan diri dengan sepatu yang baru. Tapi gimana ya kalau besok pagi jalanan masih basah juga? Yeah, paling tidak aku akan lebih siap mental jika harus membiarkan sepatu baru jadi kotor. Bukankah cepat atau lambat, ia juga akan berteman dengan jalan yang basah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: